Suryalaya Search

Sunday, May 31, 2009

Manaqib TQN Suryalaya di Jakarta Timur Jl Taman Mini

Di bawah merupakan alamat Manaqib TQN Suryalaya di
Jakarta Timur :

  • Alamat Manaqib

    Jl Taman Mini Raya Jakarta Timur

    Mesjid Agung At-Tien

  • Jadwal

    18 Mei 2009
    22 Juni 2009
    20 Juli 2009
    17 Agustus 2009
    21 September 2009
    19 Oktober 2009
    16 November 2009
    21 December 2009


---------------------------------------------------------------
Untuk melihat artikel-artikel tentang TQN Suryalaya lainnya
bisa dilihat pada link di bawah ini :

http://hudaya-organization.blogspot.com/2009/05/
index-artikel-artikel-tentang-tqn.html

Saturday, May 30, 2009

Manaqib TQN Suryalaya di Jakarta Timur jl balai pustaka

Di bawah merupakan alamat Manaqib TQN Suryalaya di
Jakarta Timur :

  • Alamat

    Jl Balai pustaka V No 3 Rawamangun

  • Contact Person

    Bp Wahfiuddin
    021-4704704
----------------------------------------------------------------

Untuk melihat artikel-artikel tentang TQN Suryalaya bisa
dilihat pada link di bawah ini :

http://hudaya-organization.blogspot.com/2009/05/
index-artikel-artikel-tentang-tqn.html

Thursday, May 28, 2009

Hadits tentang keistimewaan al-qur'an 10

Dari Abu Umamah, Nabi SAW menganjurkan kami agar
mempelajari al-qur'an dan tentang keistimewaannya
dijelaskan beliau sebagai berikut :

Pelajarilah Al-Qur'an, kelak di hari kiamat ia akan menemui
ahlinya saat ia (pembacanya) sangat memerlukan bantuannya,
bentuknya sangat indah,

lalu katanya : Anda mengenal aku ?

Jawabnya :
Siapakah sebenarnya engkau ini ?

Jawabnya :
Akulah yang selalu engkau senangi, disanjung-sanjung,
bahkan anda merepotkan diri tahajud (bangun malam)
hanya karena aku dan di siang haripun aku dibacanya,

Jawabnya :
Engkau Al-Qur'an yah ?

Benar, lalu ia dibimbing menghadap Allah, ia diberi kerajaan
yang kekal, mahkota dihiaskan pada kepalanya, demikian
pula kedua orang tuanya, dihiasi dengan perhiasaan yang
tidak dapat dibandingkan dengan nilai dunia sekalipun
dilipat gandakan,

sampai mereka berdua bertanya :
Balasan amal kami yang mana semua ini ?

Di jawab :
Inilah pahala anakmu yang belajar (mengamalkan) al-Qur'an.

Monday, May 25, 2009

hadits tentang keistimewaan al-qur'an 9

Nabi SAW bersabda :

Ada 3 faktor penyebab menjadi munafik, bagi orang yang
menghina/merendahkannya yaitu :

  1. Pejabat/Pemimpin yang adil
  2. Orang tua dalam islam
  3. Orang yang pandai
    (Membaca dan mengajarkan) Al-Qur'an

----------------------------------------------------------------
Untuk melihat hadits tentang keistimewaan al-qur'an lainnya
bisa dilihat pada link di bawah ini :

http://hudaya-organization.blogspot.com/search/
label/hadits%20alqur%27an

Sunday, May 24, 2009

Manaqib TQN Suryalaya di Jakarta Selatan jl Seno lama

Di bawah merupakan alamat Manaqib TQN Suryalaya di
jakarta selatan :

  • Alamat Manaqib

    Jl Seno Lama No 21 Rt 001/04
    Pejanten Timur Jakarta Selatan

  • Contact Person

    Umi Hj Ida Saodah Effendi

    Telpon : 021-79198374

-----------------------------------------------------------
Untuk melihat artikel-artikel tentang TQN Suryalaya lainnya
bisa dilihat pada link di bawah ini :

http://hudaya-organization.blogspot.com/2009/05/
index-artikel-artikel-tentang-tqn.html

Saturday, May 23, 2009

Manaqib TQN Suryalaya di Jakarta Utara jl kramat Jaya

Di bawah merupakan alamat Manaqib TQN Suryalaya di
Jakarta Utara :

  • Alamat Manaqib

    Masjid Agung Jakarta Islamic Centre
    Jl Kramat Jaya Koja
    Jakarta Utara


  • Telpon

    Korwil DKI Jakarta (TQN Suryalaya)

    081210430367

---------------------------------------------------------------
Untuk melihat artikel-artikel tentang TQN Suryalaya lainnya
bisa dilihat pada link di bawah ini :

http://hudaya-organization.blogspot.com/2009/05/
index-artikel-artikel-tentang-tqn.html

Thursday, May 21, 2009

hadits tentang keistimewaan al-qur'an 8

Khalid Basyir dari Husain Ali,

Nabi SAW bersabda :

Orang yang membaca al-qur'an tengah shalat berdiri, pahala
setiap hurufnya 100 kebaikan,

jika shalatnya duduk maka hanya separuhnya (50 Kebaikan)

Dan jika diluar shalat setiap hurufnya 10 kebaikan, dan bagi
yang mendengarkannya (dengan catatan mengharap pahala
allah), setiap hurufnya satu kebaikan,

Sedang bagi yang membacanya hingga khatam baginya
Memperoleh maqam doa mustajab, terkadang dikabulkan
doa tersebut disegerakan di dunia atau kelak di akherat.

---------------------------------------------------------------

Untuk melihat hadits tentang keistimewaan al-qur'an lainnya
bisa dilihat pada link di bawah ini :

http://hudaya-organization.blogspot.com/search/
label/hadits-alquran

Monday, May 18, 2009

hadits tentang keistimewaan al-qur'an 7

Di sorga bertingkat sejumlah bilangan ayat al-qur'an, hingga
diserukan kepada orang yang pandai al-qur'an (kelak dihari
kiamat) :

"Bacalah dan naiklah setingkat bagi setiap ayat",

Jika hapalannya habis, maka diserukan pula :
"Seandainya kamu melebihi (ayat yang dibaca itu) pasti kami
menambah pula bagimu"

(Demikian pernyataan Muhammad Ka'b Quradly)

--------------------------------------------------------------

Untuk melihat hadits tentang keistimewaan al-qur'an lainnya
bisa dilihat pada link di bawah ini :

http://hudaya-organization.blogspot.com/search/
label/hadits-alquran

Sunday, May 17, 2009

Khataman Dzikir Suryalaya di Jakarta Selatan jl kebon baru

Hari ini saya mendapatkan informasi dari sesama ikhwan
suryalaya tentang khataman TQN Suryalaya di Jakarta
Selatan.

Rinciannya sebagai berikut :

  • Tanggal & waktu

    18 Mei 2009

    Pukul 18:00 WIB-21:00 WIB

  • Alamat Khataman

    Jl Kebon Baru Utara 34
    Tebet, Jakarta Selatan

    Telpon = 021-83785649

    Contact Person = Ibu Nina

----------------------------------------------------------

Untuk melihat artikel-artikel tentang TQN Suryalaya
bisa dilihat pada link di bawah ini :

http://hudaya-organization.blogspot.com/2009/05/
index-artikel-artikel-tentang-tqn.html

Saturday, May 16, 2009

index artikel-artikel tentang tasawuf

Untuk melihat artikel-artikel tentang dzikir bisa dilihat pada
link dibawah ini :

http://hudaya-organization.blogspot.com/2009/05/
index-artikel-artikel-tentang-dzikir.html

-------------------------------------------------------------

Dibawah ini merupakan artikel-artikel tentang tasawuf :
(1 artikel)

  1. Definisi Tasawuf

index tentang ayat-ayat Al-Qur'an

Untuk melihat artikel-artikel tentang tasawuf bisa dilihat
pada link di bawah ini :


http://hudaya-organization.blogspot.com/2009/05/
index-artikel-artikel-tentang-tasawuf.html

-------------------------------------------------------------

Di bawah ini merupakan Index artikel-artikel tentang
ayat-ayat Al-Qur'an :
(1 bab tentang ayat-ayat al-qur'an)
  1. Dzikir

Silsilah TQN Suryalaya

Untuk melihat artikel-artikel tentang TQN Suryalaya
bisa dilihat pada link di bawah ini :

http://hudaya-organization.blogspot.com/2009/05/
index-artikel-artikel-tentang-tqn.html

-------------------------------------------------------------

SILSILAH TQN

Guru Mursyid


“THORIQAT QOODIRIYYAH WAN NAQSYABANDIYYAH”
(TQN)

PONDOK PESANTREN SURYALAYA TASIKMALAYA

"Seorang Wali Allah belum tentu seorang Guru Mursyid
tetapi
Seorang Guru Mursyid sudah pasti Wali Allah"


  1. Robbul Arbaabi wa mu’tiqur-qoobi Allah S.w.t.
  2. Sayyidunaa Jibril a.s.
  3. Sayyidunaa Nabi Muhammad S.a.w.
  4. Sayyidunaa ‘Alliyyu karrama ‘llohu wajhah.
    (Sayyidunaa Ali Bin Abi Thalib)



  5. Sayyidunaa Hussain r.a.


  6. Sayyidunaa Zainul ‘Aabidinn r.a.
  7. Sayyidunaa Muhammadul Baaqir r.a.
  8. Sayyidunaa Ja’farus Shoodiq r.a.
  9. Sayyidunaa Imam Muusa Alkaadhim r.a.
  10. Syeikh Abul Hasan ‘Alii bin Muusa r.a.

  11. Syeikh Ma’ruuful Kurkhi r.a.
  12. Syeikh Sirris Saqothii r.a.
  13. Syeikh Abul Qoosim Al-Junaedil Baghdaadii r.a.
  14. Syeikh Abuu Bakrin Dilfis Syibli r.a.
  15. Syeikh Abul Fadli Ao’abdul Waahid at Tamiimii r.a.
  16. Syeikh Abdul Faroj at Thurthuusi r.a.
  17. Syeikh Abul Hasan ‘Alii bin Yuusuf al Qirsyi al Hakaarii r.a.
  18. Syeikh Abuu Sa’iid al Mubarok bin ‘Alii al Makhzuumii r.a.
  19. Syeikh ‘Abdul Qoodir Al Jaelanii q.s.


  20. Syeikh ‘Abdul ‘Aziiz r.a.

  21. Syeikh Muhammad Al Hattak r.a.
  22. Syeikh Syamsuddin r.a.
  23. Syeikh Syarofuddiin r.a.
  24. Syeikh Nuuruddiin r.a.
  25. Syeikh Waliyuddiin r.a.
  26. Syeikh Hisyaamuddiin r.a.
  27. Syeikh Yahya r.a.
  28. Syeikh Abuu Bakrin r.a.
  29. Syeikh ‘Abdur rohiim r.a.

  30. Syeikh ‘Utsman r.a.
  31. Syeikh ‘Abdul Fattah r.a.
  32. Syeikh Muhammad Murood r.a.
  33. Syeikh Syamsuddiin r.a.
  34. Syeikh Ahmad Khootib Syambaasi Ibnu ‘Abdul Ghoffaar r.a.
  35. Syeikh Tholhah Kali Sapu Cirebon r.a.
  36. Syeikh ‘Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad r.a.
    (Abah Sepuh)
    Pendiri Pondok Pesantren Suryalaya.


  37. Syeikh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin r.a.
    (Abah Anom Suryalaya)
    Pimpinan Pondok Pesantren Suryalaya.


Thursday, May 14, 2009

hadits tentang keistimewaan Al Qur'an 6

Dari Mu'adz Jabal, Nabi SAW bersabda :

Ada 3 perkara yang asing di dunia ini, yaitu :

  1. Al Qur'an di dada manusia dhalim (penganiaya)
  2. Orang shalih di tengah-tengah manusia jahat.
  3. Mushaf (Al Qur'an) dijadikan pajangan di dalam rumah,
    tetapi tidak pernah dipelajari (dibaca)
--------------------------------------------------------------
Untuk melihat hadits tentang keistimewaan alquran lainnya
bisa dilihat pada link di bawah ini :

http://hudaya-organization.blogspot.com/search/
label/hadits-alquran

Tuesday, May 12, 2009

index tentang hadits-hadits

Untuk melihat arsip lengkap tentang ayat-ayat al-qur'an bisa
dilihat pada link di bawah ini :

http://hudaya-organization.blogspot.com/search/label/
Ayat-ayat-alquran


--------------------------------------------------------------

Dibawah ini merupakan index hadist-hadist/hadits-hadits :
(15 Bab tentang Hadist-hadist/hadits-hadits)

  1. Al Qur'an
  2. Dzikir
  3. Bulan Ramadhan

  4. Ghihah
  5. Ikhlas

  6. Istri Sholehah
  7. Orangtua
  8. Shalat 5 waktu
  9. Shalawat Nabi
  10. Silahturahmi
  11. Sedekah
  12. Suami sholeh
  13. Surga

  14. Taubat
  15. Wanita sholehah

index artikel - artikel tentang TQN Pondok Pesantren Suryalaya

Untuk melihat arsip lengkap tentang hadits-hadits bisa
dilihat pada link di bawah ini :

http://hudaya-organization.blogspot.com/2009/05/
index-tentang-hadits-hadist.html

--------------------------------------------------------------


Di bawah ini merupakan index artikel-artikel mengenai TQN
Pondok Pesantren Suryalaya :

  1. Jadwal Manaqib TQN di Pondok Pesantren Suryalaya

  2. artikel-artikel mengenai dzikir TQN Pondok Pesantren
    Suryalaya


  3. Artikel-artikel mengenai silsilah Guru Mursyid TQN
    Pondok Pesantren Suryalaya


  4. artikel-artikel mengenai Wakil Talqin Pondok Pesantren
    Suryalaya


  5. Artikel-artikel mengenai wali-wali Allah.

Monday, May 11, 2009

hadits tentang keistimewaan al qur'an 5

Dari Yazid abu Habib, Nabi SAW bersabda :

Siapa saja yang belajar Al Qur'an, pasti kedua orang tuanya
diringankan siksanya, sekalipun mereke berdua itu kafir.

--------------------------------------------------------------
Untuk melihat hadits tentang keistimewaan alquran lainnya
bisa dilihat pada link di bawah ini :

http://hudaya-organization.blogspot.com/search/label/
hadits-alquran



Saturday, May 9, 2009

Bentengi diri dengan laa ilaaha illallah

BENTENGI DIRI DENGAN LAA ILAAHA ILLALLAH
(Khidmat Manaqib Suryalaya September 2008)

Godaan Iblis terhadap Nabi Adam As. patut kita jadikan contoh, betapa dahsyatnya godaan dan bujukan Iblis tersebut sehingga Adam dan Hawa harus turun ke bumi bersama dengan Iblis menjadi musuh untuk selamanya. Apa yang kurang dari Nabi Adam As.? Pangkatnya Nabi dan Rasul pertama, jabatannya Kholifatul fil ardh, Wakil Allah di muka bumi, ilmunya tinggi, sehingga para Malaikatpun bersujud kepadanya untuk memenuhi perintah Allah kecuali salah seorang diantaranya yang menganggap dirinya lebih baik dari Adam. Kekayaannya, Adam dipersilahkan menikmati semua yang ada di "surga" kecuali popon khuldi. Tetapi ... karena bujuk rayu Iblis yang begitu kuat, akhirnya Adam dan Hawa melanggar perintah Allah. Lihatlah diri kita, pangkat apa yang kita punya, jabatan apa yang kita miliki, kekayaan dan ilmu apa yang kita simpan? Iblis tetap akan menggoda kita, dan kita dipastikan akan terbujuk, tergelincir, tergoda sehingga melanggar perintah Allah dan Rasul-Nya atau sebaliknya tidak mau melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya.

Banyak cara dilakukan oleh manusia untuk menjaga diri, keluarga, harta, jabatan, pangkat, kedudukan dan lain-lainnya. Seperti rumah tempat tinggal kita ditempeli dengan ayat-ayat Qur'an misalnya Ayat Kursi. Supaya tidak dibisa dimasuki maling, misalnya. Ayat Qur'an yang ditempel di dinding rumah kita, bisa jadi membuat syetan emoh masuk ke rumah kita. Tapi syetan itu pintar. Ketika rumah kita di tempeli ayat Qur'an, dia melihat yang punya rumahnya TIDAK DITEMPELI AYAT QUR'AN. Maka ... kitalah yang kemudian dimasuki syetan, Na'udzu billahi min dzaalik. Selanjutnya bisa ditebak, kita menjadi temannya. Parahnya lagi, tidak hanya syetan saya yang masuk ke dalam diri dan hati kita, tapi juga dunia dan segala isinya masuk ke dalam hati kita.

Mobil masuk ke hati, sehingga ketika mobil itu hilang atau dicuri, maka hati kita menjadi sakit. Keluarga di masukkan ke dalam hati, sehinga ketika salah seorang diantara mereka meninggalkan kita, hati kita menjadi sakit. Pangkat dan jabatan serta kedudukan, dimasukkan pula ke dalam hati, sehingga ketika hal tersebut tidak lagi ada pada diri kita, maka hati kita menjadi sakit dan seterusnya. Tetapi ... APAKAH kita pernah MERASA SAKIT ketika ALLAH HILANG DALAM HATI KITA? Kita seharusnya terus bersyukur karena telah bertemu dengan Pangersa Abah Anom yang telah menempelkan al-Qur'an ke dalam diri kita, ke dalam ruh kita, menempelkan Ismu dzat ke dalam hati kita. Bukan berarti tidak boleh mencari dunia, silahkan saja tapi jangan sampai dunia itu dimasukkan kedalam hati kita, cukup Allah saja yang ada di dalam hati ini.

Sekali lagi, mari kita bersyukur kepada Allah, karena melalui Pangersa Abah, kita diajarkan untuk selalu mengisi hati kita dengan dzikrullah, membetengi diri kita dengan kalimat Laa Ilaaha Illallah, menuntun kita untuk selalu beribadah, memberikan contoh kepada kita untuk hidup bahagia di dunia juga sejahtera di akhirat. Kalau begitu, apa yang sudah kita berikan untuk Suryalaya? Jangan hanya omong saja yang besar, retorika saja yang begitu menarik tapi kosong dari realitas. Mari kita buktikan pengabdian kita kepada Pangersa Abah Anom, kepada pesantren Suryalaya di mana saja kita berada dengan tenaga, harta, pikiran, dengan diri yang dilandasi keikhlasan. Amin ya robbal 'alamiin.

sumber = www.suryalaya.org

------------------------------------------------------------
Untuk melihat artikel-artikel dzikir TQN Suryalaya bisa dilihat
pada link di bawah ini :

http://hudaya-organization.blogspot.com/2009/05/
index-artikel-artikel-tentang-dzikir.html


kerugian orang yang lupa kepada allah

KERUGIAN ORANG YANG LUPA KEPADA ALLAH
(Khidmat Manaqib suryalaya agustus 2008)

Wahai saudaraku, jauhilah maksiat, sebab terkadang ia menjadi penyebab tertutupnya rezeki bagimu. Jangan engkau melalaikan dzikir dan ketaatan, sebab adakalanya ia menjadi penyebab padamnya mata hati dan keterputusan dari Allah. Allah berfirman : "Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri, rasa takut dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai" (QS. al-A'raf : 205). Ketahuilah, orang yang menggunakan kesehatan dan msa mudanya untuk bermaksiat kepada Allah, maka perumpamannya adalah seperti diwarisi ayahnya uang yang banyak, lalu ia belikan ular, kalajengking, serta berbagai binatang berbisa lainnya, lalu meletakkan semuanya di kamar tidur, makan yang satu mematuknya, yang lain menyengatnya, dan ada juga yang menggigitnya. Bukankah mereka membunuhnya?

Maka, perumpamaanmu adalah tak ubahnya seperti burung-burung pemangsa daging yang terbang berkeliling di atas bangkai-bangkai berserakan. Mereka mencarinya, dan begitu menemukannya mereka pun langsung turun dan menggayangnya dengan badannya yang besar dan sayapnya yang kuat, tinggi terbangnya dan tajam matanya. Tapi karena sasarannya berada di tempat sangat rendah, maka seringkali ia harus merosot turun ke bawah sehingga jatuh ke dalam kotoran-kotoran. Wahai saudaraku, jadilah engkau seperti lebah, kecil tubuhnya, pendek sayapnya, jarang terbangnya, tetapi semangatnya besar, jiwanya tinggi dan tidak hinggap kecuali pada bunga-bunga, hanya mengisap sari bunga nan wangi, mengeluarkan madu nan lezat dan hanya berbuat kebajikan. Jiwa-jiwa itu agung, maka untuk memenuhi kehendaknya tubuh-tubuh pun merasa senang.

Wahai saudaraku, lama sekali engkau berliku-liku di negeri ujian, diuji dengan musibah, didera dengan cambuk, agar engkau sadar dari kelupaanmu, bangun dari tidurmu, kembali kepada Tuhanmu, dan bebas dari dosamu. Tetapi, ujian itu tak akan berguna bagimu sedikitpun. Karena memang ujian itu sebenarnya bukan untuk orang yang sudah lupa (sepertimu), yang sedikitpun tak bisa menerima nasihat. Karena seorang wanita yang tak waraspun menyembelih anaknya di kamar sambil makan-makan dan tertawa, tidak menyadari apa yang sedang terjadi, tidak peduli dengan apa yang menimpanya.

Begitu juga engkau, engkau telah ditimpa berbagai musibah, seperti terlewatkannya bangun malam, tidak merasakan nikmatnya dzikir, hilang lezatnya bacaan al-Qur'an, meremehkan pemenuhan kewajiban, bebal dan tidak sedih, tidak menyesal, tetapi engkau malah banyak makan, tertawa, dan bersenang-senang. Semua itu terjadi karena kelalaian telah memadamkan hatimu, mematikan cahaya hatimu yang paling padam, merampas manisnya iman dari jiwamu, sehingga engkau tak lagi bisa membedakan antara yang berbahaya dan bermanfaat.

Orang hidup pasti terperanjat ketika ditusuk jarum ataupun duri, sementara mayat tidak merasakan apa-apa meski disayat-sayat pedang atau gergaji. Maka, jika engkau tidak bersedih atas terlewatkannya dzikir dan ketaatan, tidak bersedih setelah maksiat, maka engkau adalah orang mati hati, tak bernurani, tidak dapat membedakan antara kebaikan dan kejahatan, antara kebahagian dan kesedihan, tidak mengenal mana yang bermanfaat dan yang membahayakan.

Karena itu wahai saudaraku, tangisilah dirimu, berupayalah untuk membangunkan dan menghidupkan hatimu, mendekatkan dirimu dengan guru (musryid), duduklah di majelis dzikir, ilmu dan hikmah. Sebab di situ ada wangi dari tiupan surga, engkau akan menemukannya setelah bubar dari mejelis, dalam jalan hidupmu, di kampus, di toko, di rumah, atau sambil bersua bersama keluarga. Janganlah engkau lewatkan majelis-majelis dzikir, ilmu dan hikmah. Janganlah engkau katakan tidak ada gunanya hadir di majelis kebaikan dan ketaatan, karena aku telah terjerumus ke dalam dosa-dosa, dan aku tak kuasa meninggalkannya.

Karena perkataan seperti itu adalah dari bisikan syetan yang terkutuk, yang rasukannya ke dalam jiwa dimaksudkan agar seorang mukmin terhalang dari kebaikan. Tetapi yang berburupun tetaplah wajib memanah. Jika engkau mendapatkan buruannya hari ini, maka hari esokpun masih ada, dan jangan engkau putus asa dari rahmat Allah. Allah berfirman : Katakanlah :" wahai hamba-hambaku yang melapaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (QS. al-Zumar : 53)...

Sumber = www.suryalaya.org

---------------------------------------------------------------
Untuk melihat artikel-artikel dzikir lainnya bisa dilihat pada
link di bawah ini :

http://hudaya-organization.blogspot.com/2009/05/
index-artikel-artikel-tentang-dzikir.html


Amaliyah TQN - amalkan saja


AMALIYAH TQN..., AMALKAN SAJA!
Ustadz Haji Ali Mohamed
(Khidmat Manaqib Suryalaya Juni 2008)

Kira-kira sudah 25 tahun saya belajar tentang Tarekat Qodiriyah Naqsyabandiyah dari Pangersa Abah Anom dan mengamalkannya. Dari waktu tersebut, sudah banyak rintangan, cobaan, hambatan yang pernah saya alami. Tapi, alhamdulillah, berkat karomah Pangersa Abah, saya dapat melewatinya dengan penuh kesabaran sambil terus melaksanakan amaliah TQN berupa Dzikrullah, khataman, manaqiban, mengamalkan Tanbih dalam kehidupan sehari-hari dan lain-lain. Tentu saja semua itu harus diiringi dengan kekuatan iman, keikhlasan, keyakinan dan kesabaran seperti sabarnya Nabi Ayub As.

Pertama : Kalimat Laa ilaaha Ilallah (dzikir Jahar yang kita amalkan), pada mulanya diletakkan oleh Allah (tertulis) pada tiang tiang 'Arsy dan tidak ada satupun makhluk yang diciptakan oleh Allah kecuali ruhnya berdzikir dengan Laa Ilaaha Illallah. Karena kalimat Laa Ilaaha Illallah itu tidak lain merupakan huruf ALIF, LAM, LAM, HA (ALLAHU). Karena itu talqin dzikir (khofi) yang telah diisikan oleh Pangersa Abah atau Wakil Talqin yang telah ditunjuk oleh beliau, merupakan sesuatu perkara yang amat besar. Dalam suatu hadits disebutkan Laqqiinuu mautaakum laa ilaaha illallah. Ajarkanlah orang yang akan (hampir) mati dengan laa ilaaha illallah. Hadits ini jangan diartikan kepada orang yang sedang menghadapi sakaratul maut tapi yang akan mati itu adalah kita sendiri.

Laa ilaaha illallah memberikan kekuatan kepada kita sebagai muslim, laa ilaaha illallah menghubungkan kita langsung kepada Allah, laa ilaaha illallah memfanakan diri kita dari dunia yang akan kita tinggalkan, laa ilaaha illallah yang menjamin diri kita masuk surga, laa ilaaha illallah sebagai kekuatan umat Islam seperti yang diajarkan selama 12 tahun di Mekkah oleh Rasulullah Saw. Bilal bin Rabah telah mencontohkan kepada kita bagaimana kekuatan kalimat tersebut meskipun siksaan-siksaan didapatinya tapi dia tetap berkata, Ahadun, ahad, Allahu, Allah ... Kita harus mempunyai keyakinan yang sempurna dengan kalimat tersebut. Karena banyak yang mengucapkan kalimat tersebut tapi tidak bisa sampai kepada Allah. Sayyidina 'Alipun diajarkan oleh Nabi tentang hal tersebut sebagai suatu cara yang paling dekat, paling cepat, paling mudah, paling unggul untuk dekat kepada Allah. Dzikir inilah sebagai benteng kita untuk menghadapi setiap permasalahan kehidupan dunia. Dengan penuh kesabaran, keimanan, kegungan kalimat ini, hadapilah semua permasalahan itu sehingga timbul kesadaran bahwa kita adalah makhluk dan Allah adalah Khaliq.

Kedua Khatam atau khataman. Sebagai murid, hendaknya tidak perlu bertanya kepada Mursyid tentang amaliyah yang diperintahkan olehnya untuk mengamalkannya. Dzikir, amalkan saja, Khataman, amalkan saja, makaqiban amalkan saja, Tanbih amalkan saja. Kalau kita lihat isi dari khataman tersebut, maka akan tampak bahwa didalamnya terdapat sesuatu perkara dunia yang tersirat tapi tidak tersurat. Misalnya Allahumma yaa qoodiyal Haajaat. Banyak hajat dunia yang ingin kita penuhi, tapi dalam khataman tersebut cukup itu saja yang disampaikan kepada Allah, meskipun pendek tapi penuh dengan makna. Begitulah orang-orang yang telah berma'rifat kepada Allah menyampaikan hajatnya. Tidak perlu kita tambah dengan hal-hal lain. Cukup saja dengan Allahumma yaa qoodiyal Haajaat. Dan seterusnya. Dengan mengamalkan khataman, berarti kita telah menghubungkan diri dengan para nabi, para malaikat, para khulafaur rosyidin, para sholihin, para 'ulama, orang tua kita, kaum muslimin dan lain-lain. Meskipun kalimat-kalimat dalam khataman pendek-pendek, tapi bisa mengadung seribu makna. Karena itu, amalkan saja! Itulah yang saya rasakan selama 25 tahun mengamalkannya. Jangan lupa kuncinya adalah sabar. Insya Allah dengan berkah dzikir dan khataman setiap permasalah hidup yang kita hadapi akan diberikan jalan keluar oleh Allah.

Ketiga Manaqiban. Meskipun didalamnya terdapat bermacam-macam karomah Syekh Abdul Qodur Jailani yang berada diluar kebiasaan manusia, kita harus percaya, jangan agu-ragu, karena itulah karomah. Di dalam al-Qur'anpun bermacam-macam keluarbiasaan dari seorang manusia yang telah dimuliakan oleh Allah bisa kita baca seperti dalam kisah Ashabul Kahfi, kisah Siti Maryam dan lain-lain. Mereka bukanlah Rasul yang diberikan mu'jizat tapi hanya seorang yang telah dimuliakan oleh Allah dengan karomahnya dengan berkahnya. Syekh 'Abdul Qodir Jailani sampai berani mengatakan, barang siapa yang ingin berhubungan denganku, ingin aku sampaikan kepada Allah permohonanmu, maka ucapkanlah : Bismillaahi, 'alaa niyyati sayyidi syekh 'abdul Qodir Jailani. Jauh-jauh kita datang ke Suryalaya ini untuk mengikuti Manaqib Syekh Abdul Qodir Jailani, tidak lain untuk mendapatkan berkah dari Pangersa Abah dan Syekh Abdul Qodir Jailani.

Yakinkanlah, dengan mengamalkan dzikir, khataman, manaqiban dan amal shaleh yang lain baik secara lahiriyah maupun batiniah, maka Allah akan mengabulkan hajat-hajat kita. Amalkan dengan ikhlas dan bersabarlah.

Sumber = www.suryalaya.org

--------------------------------------------------------------
Untuk melihat artikel-artikel dzikir lainnya bisa dilihat pada
link di bawah ini :

http://hudaya-organization.blogspot.com/2009/05/
index-artikel-artikel-tentang-dzikir.html

ahli dzikir tidak takut alam kubur

AHLI DZIKIR TIDAK TAKUT ALAM KUBUR
Oleh : Drs. H. DADY HERMAWAN

(Khidmat Manaqib Suryalaya Maret 2008)

Berbahagialah kita yang telah mendapatkan talqin dzikir dari Pangersa Abah Anom kemudian mengamalkannya sesuai dengan petunjuk dan tuntunan serta bimbingan Beliau. Karena Allah SWT. berfirman dalam surat al-Ahzab : 35 : "Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu'min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta`atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu`, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar." Jangan hanya ampunan dari Allah saja yang kita minta tapi juga ampunan dari sesama manusia karena taubat merupakan maqam pertama yang harus dilalui seseorang yang sedang menempuh perjalanan menuju Allah.

Sedangkan Nabi Muhammad SAW. dalam salah satu haditsnya bersabda : "Laisa 'alaa aHli laa ilaaHa illallaah wa khosyatun fii qubuuriHim walaa mansyariHim waka annii unzhuruu ilaa aHli laa ilaaHa illallaah waHum yanqudhuunat turooba ru-uusiHim wayaquluuna alhamdulillaaHilladzii adzHaba 'annalhazaan". Ahli Laa ilaaHa illallaah tidak akan merasa takut ketika memasuki alam kubur, tidak akan merasa takut ketika berada di alam kubur dan tidak akan merasa takut pula ketika dibangkitkan dari alam kubur. Bermacam-macam keadaan orang-orang yang dibangkitkan dari dalam kubur sesuai dengan balasan yang mereka dapatkan. Bagi ahli Laa ilaaHa illallaah ketika dibangkitkan dari alam kubur mereka membersihkan debu tanah yang menempel di kepalanya sambil berkata :alhamdulillaaHilladzii adzHaba 'annalhazaan (Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan dariku kesedihan di alam kubur).

Dzikir merupakan kebiasaan/akhlaq Rasulullah SAW. Oleh karena itu, memperbanyak dzikrullah merupakan salah satu usaha kita untuk mencontoh beliau sebagai suri tauladan. Dan di bulan Maulid ini, bulan dilahirkannya Nabi Muhammad SAW. yang mulia yang kita cintai, mari kita tingkatkan dzikir kita sehingga ada atsarnya (bekasnya) diantaranya kebersihan hati, bersih dari sifat sombong. Tidak hanya dzikirnya saja tapi juga kebiasaan/akhlaq yang lainnya seperti murah senyum, berdo'a sebelum makan, selalu bersilaturahim serta mencontoh perbuatan beliau yang selalu mendapat bimbingan dari Allah SWT.

Sumber = www.suryalaya.org

--------------------------------------------------------------
Untuk melihat artikel-artikel dzikir lainnya bisa dilihat pada
link di bawah ini :

http://hudaya-organization.blogspot.com/2009/05/
index-artikel-artikel-tentang-dzikir.html



Dzikrullah Menggapai Mahabbah

DZIKRULLAH MENGGAPAI MAHABBAH
(Khidmat Manaqibu Suryalaya Januari 2008)

"Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan". (QS. At-Taubah : 20)

"HUB" atau cinta adalah suatu gejala emosi yang tumbuh dan bergelora dalam jiwa dan hati manusia, diliputi oleh rasa keinginan dan hasrat yang keras dan meluap-luap terhadap sesuatu hal. Hub atau cinta dapat terjadi pada semua orang dan disemua bidang. Misalnya kepada harta, perniagaan, anak, kepada orang tua (ibu/bapak), dan lain-lain. Cinta kepada semuanya ini tidak dilarang dalam Islam.

Seperti firman Allah Swt. dalam surat at-Taubah ayat 24 : "Katakanlah : "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya..." dan surat Ali 'Imran ayat 14 : "Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini yaitu : wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan disisi Allahlah tempat kembali yang baik".

Ulama atau Cendikiawan Muslim menyimpulkan makna cinta kepada Allah adalah seseorang menghadapkan dan menyerahkan dirinya, urusannya dan eksistensinya kepada Allah secara total, bertawakal kepada-Nya, lebih mengutamakan ketaatan kepada-Nya daripada dirinya sendiri, harta, anak dan tahta dan puncak tujuannya adalah Allah Swt. Dari pengertian ini jelaslah bahwa kecintaan kepada Allah hendaklah diwujudkan dalam bentuk :

  • Menghadap dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah
  • Bertawakal kepada Allah
  • Memohon ridho Allah
  • Mengutamakan ketaatan kepada-Nya.

Hal ini sesuai dengan ikrar yang selalu diucapkan setiap Muslim dalam shalatnya : Inna sholaatii wanusukuu wamahyaaya wamamaati lillaahi robbil 'aalamiin. Dan ikrar yang selalu diucapkan kaum sufi / Ikhwan TQN : Ilaahii anta maqshuudii waridhooka mathluubii a'thinii mahabbataka wama'rifataka.

Sudah barang tentu bila seseorang cinta kepada sesuatu, maka sebagian besar pikirannya, ingatan dan perhatiannya tertuju kepada yang dicintainya itu. Timbul perasaan rindu, kagum, hormat, respek dan lain-lain terhadap yang dicintainya. Begitu pula kecintaan kepada Allah, menjadikan seseorang taat kepada-Nya dan patuh melaksanakan segala perintah-Nya dengan penuh keikhlasan, yang berat terasa ringan, yang jauh terasa dekat dan yang pahitpun terasa manis dan nikmat, bila rasa cinta telah tertanam di hati. Seperti nabi Ibrahim As. Karena kecintaannya kepada Allah, ia rela mengorbankan putera kesayangannya Ismail As. untuk disembelih, juga Ismail rela menyerahkan dirinya untuk dikorbankan, karena cintanya kepada Allah Swt.

Begitu pula kisah tentang seorang ibu bernama Siti Khansa, di zaman Rasulullah Saw. relah melepaskan empat anak laki-lakinya untuk ikut berperang bersama Rasulullah Saw. membela agama Islam seraya memberikan do'a restu kepada anak-anaknya : "Kamu berempat adalah anak laki-laki yang lahir dari perut ibumu. Berangkatlah ke medan Jihad dan tancapkanlah ke dalam hati kamu bahwa kehidupan yang kekal dan abadi (akhirat) jauh lebih bahagia dari kehidupan di alam fana ini". Dalam pertempuran tersebut, keempat anaknya gugur sebagai syuhada.

"Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan". (QS. At-Taubah : 20). Kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya adalah dasar segala amal ibadah. Sebagaimana dikatakan Ibnul Qoyyim : Pokok ibadah adalah cinta kepada Allah, bahkan mengkhususkan cinta hanya kepada-Nya. Hendaklah semua itu hanya kepada Allah, tidak mencintai yang lain bersamaan mencintai-Nya. Ia mencintai hanyalah kepada Allah dan di jalan Allah.

Dari pendapat tersebut, jelahlah bahwa erat hubungannya antara ibadah dengan cinta kepada Allah. Penghambaan (ibadah) seseorang kepada Allah adalah diawali rasa cinta yang mendalam kepada-Nya. Tidak ada yang lebih berhak untuk dicintai melainkan Allah. Dialah Tuhan yang memberikan nikmat yang sangat banyak kepada kita. Kemudian kecintaan kepada Allah berpengaruh pula bagi pembentukan akhlaq manusia. Artinya dengan kecintaan kepada Allah, maka manusia akan berusaha mengutakaman perbuatan-perbuatan baik dan menghindarkan diri dari perbuatan-perbuatan tercela, seperti mencela, memfitnah, menghasut, dengki dan lain-lain.

Sumber = www.suryalaya.org

----------------------------------------------------------------
Untuk melihat artikel-artikel dzikir lainnya bisa dilihat pada
link di bawah ini :

http://hudaya-organization.blogspot.com/2009/05/
index-artikel-artikel-tentang-dzikir.html


Zikir Media isro Mi'raj


ZIKIR MEDIA ISRO MI’RAJ
Oleh : KH.Zezen Zaenal Abidin Bazul Ashab

(Khidmat Manaqib Suryalaya Agustus 2006)

Banyak pandangan dan cara yang dilakukan orang ketika bulan Rajab tiba diantaranya; Pertama, ada yang biasa-biasa saja, dia tidak merasa kedatangan bulan yang memiliki makna dan kandungan yang berharga, akibatnya dia tidak pernah malakukan kegiatan dan amaliah yang mampu meningkatkan kualitas ibadah, kelompok ini lebih dikenal dengan kelompok moderat, kedua yang menyambut dengan kegiatan khusus seperti melakukan peringatan Isro Mi’raj (Rajaban). Mereka panggil Kyai, Ustadz, Ajengan untuk menyampaikan tausiah. Namun setelah peringatan tersebut ternyata tidak memberikan perubahan dalam peningkatan amaliah (ibadah), dan ketiga yang menjadikan Rajab sebagai “Pasar Ibadah”. Rajab dijadikan kesempatan untuk memperbanyak amal ibadah seperti shalat-shalat sunnat, puasa sunnat, shadaqah, dan sebagainya. Lalu dimanakah posisi kita (ikhwan TQN Pontren Suryalaya) ? Sebelum menjawab hal itu kita lihat dulu hakikat Rajab itu sendiri.

Rajab di ambil dari kata Tarjiib (Ta’dim) artinya mengagungkan. Bulan Rajab termasuk Asyhuru al-Huruum (bulan yang diagungkan Allah) selain bulan Zulqa’dah, Zulhijjah, dan Muharram. Sejarah mencatat pada bulan Zulqa’dah, Zulhijjah, dan Muharram adalah bulannya peperangan antara umat mukmin dan kafir. Sedangkan Rajab dijadikan Allah sebagai bulan “Genjatan Senjatanya”. Namun saat ini orang-orang Yahudi Rajab tidak lagi mengagungkannya bahkan Yahudi di Libanon dan Palestina sedang membantai umat Islam. Siapakah yang mampu menjadikan Rajab sebagai “Pasar Ibadah”? Meraka adalah orang yang sedang belajar mengamalkan Tarekat Mu’tabaroh (tarekat yang bersumber dari al-Quran dan al-Hadits) dan dibimbing oleh guru Mursyid yang Kamiil wa al-Mukkamiil. dan Insya Allah kita (pengamal TQN Pontren Suryalaya) termasuk bagian dari kelompok ini. Amin.

Ada fenomena menarik yang terjadi di kalangan umat Islam di Indonesia dan patut kita cermati. Secara umum umat Islam memiliki semangat yang lemah dalam ibadah. Hal ini dapat kita lihat dari contoh berikut ini :
Banyak diantara kita (umat Islam) yang lebih senang mendengar penjelasan-penjelasan tentang Islam yang ringan-ringan saja Kita senang jika ada Kyai yang menyampaikan keterangan ayat al-Quran yang mengandung makna Islam itu ringan. Contohnya dalam firman Allah yang artinya : “ setelah melaksanakan shalat wajib maka bertebaranlah kamu sekalian…” Keterangan tersebut mereka pahami sebagai indikasi bahwa Islam adalah ringan. Kita tidak usah banyak zikir setelah shalat, tapi bertebaran mencari rizki. Ditempat lain ditemukan lagi hadits yang diriwayatkan oleh Siti Aisyah ra. bahwa : “shalat tarawih itu delapan rakaat bukan dua puluh rakaat”, itupun dianggap sebagai petunjuk Islam ringan dan banyak contoh yang lain. Akibat dari pemahaman itu, lahirlah umat Islam yang memiliki semangat ibadah yang lemah. Kecuali itu, ketika melihat ada umat Islam yang rajin dan banyak melakukan ibadah dianggap sesuatu yang bid’ah (tidak ada contoh dari rasulullah SAW), termasuk pandangan terhadap shalat Rajab dan Nisfu Sya’ ban, dianggap ibadah bid’ah.

Secara jujur, sebagai dalil naqi, al-Quran tidak hanya berisi Nas melainkan Isyarah. Seperti dalam berfirman Allah : “ dan minta tolonglah kamu sekalian kepada Allah dengan sabar dan sholat “. Ayat ini mengandung isyarah bahwa ketika kita ditimpa berbagai penyakit, bencana, dan sejenisnya minta tolonglah kepada Allah dengan melaksanakan shalat. Memang tidak ada dalam al-quran yang menyatakan tentang shalat sunat Lidafi’l Balai’, Rajab dan Nisfu Sya’ban. Namun dalam hadits rasulullah yang tertulis dalam kitab al-Ghonyyah Litholibi Thariqi al-Haq karya Syekh Abdul Qadir al-Jailani q.s. sudah jelas tentang dasar anjuran melaksanakan shalat tersebut. Dalam Ihya ‘Ulum ad-Diin, karya Imam al-Ghazali ra. pun tertulis jelas Jadi bagi ikhwan TQN PP. Suryalaya tidak perlu ragu lagi akan legalitas shalat sunat Rajab dan Nisfu Sya’ban dan shalat-shalat sunnat yang diamalkan di kalangan ikhwan TQN Pontren Suryalaya. Apalagi Syekh Mursyid, Syekh Ahmad Shohibul Wafa Tajul ‘Arifn ra sudah lebih mafhun dan memberikan contoh lebih dahulu. Berkaitan dengan Rajab, banyak hikmah yang dapat kita ambil guna mengikuti Isro dan Mi’rajnya rasulullah SAW. salah satunya ialah mengapa yang diberangkatkan itu bukan kita melainkan nabi Muhammad. Jawaban ini tersirat adalam kata LinuriyahuuMin Aayatina yang artinya untuk memperlihatkan kekuasaan Allah. Nabi Muhamad sudah mampu mentafakuri kekuasaan Allah yang ada dibumi ini, oleh karenanya Beliau diangkat Allah melalui peristiwa Isro dan Mi’raj untuk mentafakuri kekuasaan Allah yang belum ditafakurinya. Sementara kita boro-boro mentafakuri yang di sana, kekuasaan di bumi dan yang ada dalam diri kita saja belum mampu kita tafakuri dengan baik. Mengapa rambut kita terus bertambah, dimanakah golongan rambut kita, dan sejumlah pertanyaan yang belum dapat kita jawab, kecuali dengan zikir LAAILAAHAILLALLAH. Zikir media Isro dan Mi’rajnya umat Islam.

Selain itu kata yang digunakan itu dalam ayat Isro Mi’raj, ‘Abdihii bukan bi Muhammadin ? dengan itu Allah mengharapkan kita menjadi hambanya. Kalau kita butuh contoh hamba Allah, Muhamadlah contohnya. Kalau tidak ketemu Muhammad lihatlah ‘Ulama sebagai pewaris para nabi. Pangersa Abah Warosatul Anbiyya, sebab tugas Pagersa Abah menjadi penerus/pewaris nabi. Ada empat syarat untuk menjadi pewaris nabi yaitu : ilman (‘ilmunya), wakaamaalan (kesempuraan dirinya), wa’amalan (pengamalanya) dan watakmiilan (dan upaya penyempurnaan orang lain). Jangan mengaku ‘ulama warosatul ambiyaa kalau belum memiliki empat syarat tersebut. Tugas ulama adalah pewaris bukan disanjung.

‘Abdi berarti pelayanan, sebuah arti yang tidak begitu bergengsi. Namun ketika kata ‘Abdi digabungkan dengan kata Allah menjdi ‘Abdullah / ‘Abdihii yang artinya hamba Allah memiliki makna yang tinggi dan sebuah predikat yang sangat diinginkan manusia yang beriman dan berislam. Muhammad di Isro dan di Mi’rajkan Allah karena beliau sudah menjadi hamba Allah (‘Abdullah). Hikmahnya, kita akan mampu Isro dan Mi’raj kalau sudah menjadi hamba Allah (‘Abdullah). Kita sudah diberi alat (buroq) yang digunakan untuk melakukan Isro Mij’rajnya yaitu zikrullah. Mudah-mudahan kita menjadi hamba Allah yang mampu ber-Isro dan Mi’raj. Amin ya robbal ‘alamin.

Sumber = www.suryalaya.org

--------------------------------------------------------------
Untuk melihat artikel-artikel dzikir lainnya bisa dilihat pada
link di bawah ini :

http://hudaya-organization.blogspot.com/2009/05/
index-artikel-artikel-tentang-dzikir.html



Dzikir Menumbuhkan Ketaqwaan


DZIKIR MENUMBUHKAN KETAQWAAN
KH. Beben Muhammad Dabas
(Khidmat Manaqib Suryalaya Juli 2005)


Dengan Taqwa manusia akan mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Allah berfirman dalam surat Ali Imron 120 : …….Jika kamu bersabar dan bertaqwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.
Dan dalam surat an-Nahli 128 : Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.

Taqwa tidaklah semudah diucapkan karena banyak sekali hambatan dan tantangan yang akan menghalangi perjalan hidup setiap manusia. Alhamdulillah kita telah dibekali dengan kalimat taqwa yaitu Laa ilaha ilallah oleh guru Mursyid kita, pangersa Abah, Syekh ahmad Shohibulwafa tajul ‘Arifin ra.

Utsman al-syarqawi berkata : Dzikir adalah tali yang bersambung antara hamba dengan Tuhannya. Dzikir adalah jalan yang menyampaikan kepada kecintaan Allah dan keridloan-Nya. Dzikir adalah pintu yang amat besar untuk naik dan memperoleh kemenangan .

Taqwa kepada Allah adalah merupakan kunci utama adanya suatu kejujuran, pokoknya berkeimanan serta pangkal kepercayaan seseorang terhadap yang lain dalam muamalah (pergaulan) sehari-hari, sehingga dengan demikian, akan menjadi penyebab mudahnya segala urusan dan menjadi kunci pembuka terhadap datangnya suatu Rizqi.

Mudah-mudahan dengan ketaqwaan ini kita menjadi manusia yang penuh manfaat, jujur, bertanggung jawab, bersyukur atas segala nikmat-Nya, selalu ingat pada-Nya, mendekat dengan ber-Zikir, dan melakukan segala sesuatu karena Allah semata. Dengan demikian Taqwa, merupakan kunci bagi setiap Muslim untuk meraih kemenangan. Banyak ayat-ayat dalam Alquran yang menerangkan keutamaan bagi orang yang bertaqwa. Dan orang yang bertaqwa sesungguhnya adalah orang yang paling banyak zikirnya, walau orang yang berzikir belum tentu bertaqwa.

Hati orang yang bertaqwa itu bersih, karena di dalamnya terdapat pelita yang bercahaya. Abu Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya, "Wahai Rasulullah, siapakah sebenarnya sebaik-baik manusia itu?" Beliau menjawab, "Setiap Mukmin yang bersih hatinya". Lalu Nabi SAW ditanya lagi, "Apa gerangan hati yang bersih itu?" Beliau menjawab, "Yaitu yang bertaqwa lagi bersih, yang tak melekat padanya tipu daya, durhaka, khianat, dendam, serta dengki."

Tetapi, meraih ketaqwaan tak semudah membalikkan telapak tangan, sebab iblis dan bala tentaranya tak sudi melihat hati umat Muhammad SAW bercahaya. Bagi iblis, tidak ada yang lebih mengagumkan daripada kegelapan, kepekatan, dan padamnya cahaya kalbu. Baginya tak ada yang lebih berat daripada cahaya, kebeningan, dan kebersihan. Ia senantiasa mengintip dan memanfaatkan setiap kelengahan dan kelalaian manusia. Apalagi di samping tempat bersemayamnya kalimat tauhid, hati juga dapat saja menjadi tempat bersemayamnya setan.

Mudah-mudahan Allah Swt. memberikan kekuatan kepada kita untuk senantiasa berdzikir dengan Laa ilaha ilallah, dzikir Khofi dan mengamalkan TQN dengan penuh keikhlasan. Amiin ya Robbal ‘Alamiin.

Sumber = www.suryalaya.org

----------------------------------------------------------------
Untuk melihat artikel-artikel dzikir lainnya bisa dilihat pada
link di bawah ini :

http://hudaya-organization.blogspot.com/2009/05/
index-artikel-artikel-tentang-dzikir.html

Dzikir dan taqwa

DZIKIR DAN TAQWA
KH. ZEIN ZA. BAZUL ASYHAB
(Khidmat Manaqib Suryalaya November 2004)

eorang Guru Mursyid adalah sebagai penyalur rahmat Allah, inayah Allah, maghfiroh Allah, Cahaya Allah bagi siapa saja yang menginginkan. Oleh karena itu kita datang ke tempat ini untuk menerima limpahan tersebut. Siapkanlah diri kita. Jika diibaratkan sebagai sebuah ember jadilah ember yang tidak bocor, terbuka siap menerima limpahan meskipun ember jelek. Jangan jadi ember yang terbalik. Limpahan tersebut salah satunya adalah pengampunan dari Allah Swt. Siapa orangnya yang tidak mempunyai dosa. Mudah-mudahan dengan barokah dan karomah guru Mursyid dosa-dosa kita diampuni oleh Allah Swt. inilah tujuan pertama datangnya kita ke tempat Manaqiban di Suryalaya ini. Karena seseorang yang penuh dengan dosa tidak akan berkah hidupnya, tidak akan bahagia. Jika dia seorang yang kaya tetapi merasa cape, jika dia seorang yang pintar tetapi selalu merasa pusing denga ilmunya. Dosa mata, telinga, lisan, tangan, kaki, dosa lahir, dosa bathin dan sebagainya. Oleh karena itu kita memerlukan hidayah atau petunjuk dan ini sangat sulit sekali. Hal ini bisa dibuktikan. saat ini ceramah-ceramah keagamaan, ulama, pesantren atau perguruan tinggi bisa kita temukan dimana-mana tapi keadaan ummat masih seperti ini saja. Hidayah hanya akan turun setelah mujahadah. Oleh karena itu jika kita tidak bisa bermujahadah maka dekatilah orang yang ahli mujahadah.

Kita baru saja menyelesaikan puasa kita. Tidak lain tujuannya adalah untuk menjadikan kita sebagai orang yang bertaqwa. Jika ummat ini belum bertaqwa setelah melaksanakan puasa bukan berarti gagal tetapi belum berhasil. Sebagai contoh, mesjid kita saat ini masih belum penuh dengan jamaah apalagi shalat Subuh, shalat Tahajud pun demikian. Hanya pada saat bulan ramadhan saja mesjid penuh, shalat tahajud sering dikerjakan tetapi lewat Ramadhan semua itu tidak lagi dijalankan. Taqwa yang kita miliki adalah taqwa yang sebenar-benarnya yang akan dibawa sampai mati. Karena taqwa adalah sebaik-baiknya bekal kita untuk di akhirat nanti. Kehidupan di dunia ini hanyalah sementara. Jasad kita paling lama berumur ratusan tahun tapi ruh kita umurnya sudah jutaan tahun dan tidak akan pernah mati. Bagi orang yang bertaqwa Allah menyiapkan al-Furqan yaitu kemampuan untuk membedakan mana yang baik dan buruk yang salah dan yang benar. Yang kedua Allah menyiapkan penghancuran dosa. Yang ketiga Allah akan menganugerahkan kecerdasan sebagai tambahan ilmu yang didapatkannya baik di pesantren ataupun tempat-tempat lainnya (wa aatainahum min ladunna 'ilma). Selanjutnya orang yang bertaqwa diberikan jalan keluar dari setiap kesulitan yang dihadapi.

Untuk meningkatkan ketaqwaan kita tidak lain jalannya adalah dengan memperbanyak dzikir. Dengan dzikir syetan akan bisa dilumpuhkan, nafsu bisa dikendalikan sehingga taqwa bisa meningkat. Jika sudah bertaqwa maka barokah akan turun. Syahadat yang merupakan rukun Islam yang pertama merupakan ibadah yang harus dilaksanakan setiap saat. Bukan berarti harus dibaca. Tetapi menyaksikan tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad Utusan Allah. Itulah Dzikir, senantiasa ingat selalu Allah. Syahadat menghasilkan musyahadah, thoharotul Qolbi, semangat, khusyu, dan ikhlas. Makanya syahadat ini ditempatkan di nomor satu. Shalat wajibnya hanya 5 kali dalam sehari. Puasa setahun sekali. Zakat jika sudah mencapai haul (kadar tertentu). Pergi haji seumur hidup sekali. Tetapi syahadat dalam arti meyaksikan Allah dilakukan setiap saat dan itulah dzikir kepada Allah Swt. Dzikir Jahar dan dzikir Khofi yang telah diberikan oleh guru Mursyid kita.


Sumber = www.suryalaya.org

----------------------------------------------------------------
Untuk melihat artikel-artikel dzikir lainnya bisa dilihat pada
link di bawah ini :

http://hudaya-organization.blogspot.com/2009/05/
index-artikel-artikel-tentang-dzikir.html


KAROMAH DZIKIR DAN TANBIH

KAROMAH DZIKIR DAN TANBIH
Oleh : KH. M. Zein ZA. Bazul Asyhab
(Khidmat Manaqib Suryalaya Maret 2003)


Dalam belajar mengamalkan Tarekat itu ada 3 kewajiban penting yang utama, yaitu :
  1. Robithoh
    Yaitu menyambungkan rohaniah kita kepada Guru Mursyid. Dengan apa caranya? Antara lain dengan mengucapkan salam secara lisan dan bathin kita, baik yang pendek seperti “Assalamu’alaika yaawaliyulloh”, atau salam yang panjang (sebagaimana pernah diberikan oleh KH. M. Abdul Gaos SM.). Bisa juga dengan membayangkan Guru Mursyid. Apakah tidak syirik? Tidak. Kalau dikatakan syirik membayangkan guru, berarti terbayang-bayang wajah pacar bahkan nasi ketikashalat juga syirik.
    Jadi jangan mendefinisikan sesuatu tanpa aturan ta’rif (ilmunya). Kalau kita membuat definisi (ta’rif) ada aturannya dalam ilmu Mantiq, diantaranya suatu definisi itu harus Jamiun, Maniun, Munaqisun, dan Mutholibun. Terus apakah Had Taam atau Had Naqish, Rosam Taam, Rosam Naqish, atau Ta’rif dengan lafadz.
    Adapun arti syirik yang sebenarnya adalah menduakan Tuhan. Orang yang ber-robithoh kepada Guru Mursyid itu justru sebagai bukti bahwa dia tawadlu dan tadzallul atau merasa bahwa diri kita ini tidak layak untuk masuk di lingkungan Allah. Siapa orangnya yang merasa layak bergabung dengan Allah? Ibarat kita masuk toko emas, lalu kita menyimpan tahi ayam disamping emas. Apakah pantas? Atau ibarat masuk restoran, menyimpan tahi kerbau dengan rendang, apakah pantas?

    Mengapa kita ber-robithoh? Karena para Nabi dan Rasul yang suci serta para Wali yang mulia telah bergabung dengan Allah, lalu datang kita yang jelek dan kotor. Maka para malaikat heran dan bertanya, “Siapa yang jelek dan kotor itu, kok nyelonong?” karena tidak pantas. Saya sering katakan, “Sesungguhnya saya tidak layak bersamamu ya Robbi, tetapi dengan keagungan kekasih-Mu dan keagungan karomah wali-Mu, gabungkanlah saya bersama mereka”. Kalau kita ingin menghadap presiden saja di Istana Merdeka harus ada rekomendasi, karena kita bukan orang sana. Itulah yang dikatakan robithoh.
    Oleh karena itu Pangersa Abah mengizinkan untuk direproduksi foto Beliau untuk dimiliki oleh para muridnya sebagai alat robithoh. Berjuta-juta orang dari mana-mana ingin belajar dari Pangersa Abah, dikarenakan tidak ada waktu atau biaya tidak sempat hadir. Lalu mereka bertanya bagaimana rupa Pangersa Abah, dan mereka hanya melihat fotonya. Jadi foto tersebut sebagai alat robithoh. Bahkan saya mendidik anak saya sendiri kalau sakit atau merasa takut untuk mendekap foto Pangersa Abah. Alhamdulillah kami sudah merasakannya.
    Apakah berlebihan? Tidak, saya tidak ingin berlebihan dan juga tidak ingin berkekurangan. Dikatakan berlebihan itu apabila menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya. Kalau manusia seperti Pangersa Abah dikatakan demikian berarti pada tempatnya. Justru kalau tidak demikian berarti berlebihan.

  2. Dzikir
    Umpamanya kita ingin menyeberang di Banten dari Merak ke Bakahuni yang lautnya dalam, ombaknya besar, dan sangat berbahaya. Kalau kita ingin menyeberang dengan berenang, tentu harus diperhitungkan terlebih dahulu. Kalau kita tetap nekad, harus kompromi dulu dengan nakhoda kapal agar mau mengulurkan talinya untuk berpegangan. Ketika kita sampai apakah karena berenang atau karena memegang tali? Tentu yang mempercepat sampainya kita karena berpegang pada tali. Itulah yang dinamakan robithoh. Maka ketika akan berdzikir kepada Allah diharuskan berobithoh terlebih dahulu. Dzikir kita itu ibarat berenang dengan gaya batu. Susah sampainya, malah mungkin kita tenggelam. Silahkan berenang dengan Dzikirmu yang banyak, tetapi ingat!! Banyak sekali bahayanya. Agar kita selamat peganglah tali robithoh itu. Dalilnya sudah jelas sekali. “Hai, orang-orang yang beriman. Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu. Dan berrobithohlah serta bertaqwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung”. (Q.S. ‘Ali Imran : 200).

  3. Mujahadah
    Artinya berjuang dan berkhidmat. Para Pengurus Yayasan baik pusat atau perwakilan, para mubaligh semuanya adalah berkhidmat.menjadi pengurus itubukan menjadi Raja Ikhwan yang berbuat sewenang-wenang, tetapi justru dalam rangka berkhidmat.
    Para ikhwan Singapura sebagai manusia mempunyai kelebihan dan kekurangannya. Seorang manusia bijak akan mensyukuri kelebihannya serta menyadari kekurangannya. Kelebihannya dilestarikan dan kekurangannya diperbaiki.
    Di antara kelebihan para Ikhwan Singapura, khususnya yang dipimpin Ustadz H. Ali Muhammad antara lain:
    • Semangatnya tinggi
    • Ilmunya luas
    • Khidmatnya besar
    • Etos kerjanya tinggi
    • Keikhlasannya tinggi
    • Loyalitasnya tinggi

  4. Ini yang perlu kita tirusebagai studi banding bagi kita semua.

    Semangat tinggi bukan melamun. Melamun itu adalah menghayal tanpa didasari persyaratan. Juga khidmatnya tinggi seperti dalam membantu pembangunan madrasah serta gedung sekolah madrasah aliyah.
    Apakah arti orang-orang kaya ? Tidak, diantara penyakit bangsa kita seuka mengandalkan setiapada pembangunan kepada orang kaya. Ini rugi karena mengarahkan orang lain ke surga, malah kita sendiri menuju neraka. Kita ingin selalu ditanggung oleh orang lain sambil mencari sisanya. Itulah penyakit tamak yang harus dipotong dengan dzikrullah.
    Mereka (Ikhwan Singapura) tidak demikian, kalau ada proyek pembangunan dimusyawarahkan dan dibagi rata di antara para ikhwan. Sampai seorang supirtaxi berani menyumbang Rp. 1.250.000,-. Pernahkah Baitul Maal sekali Manaqib menerima 100 juta ? Sebenarnya mampu. Dari sejumlah perwakilan kalau ada seribu ikhwan saja dikalikan @ Rp. 1000,- maka akan terkumpul satu jutarupiah, lalu dikalikan 50perwakilan menjadi Rp. 50 juta. Pernahkah begitu ? Ini perlu belajar dari Ikhwan Singapura.

    Singapura itu Negeri Cina, ikhwan TQN banyak terdidik oleh orang-orang Cina dalam hal begitu. Tidak salah kalau Nabi SAW bersabda : “Tuntutlah ilmu itu walaupun sampai ke Negeri Cina”.
    Karena itu mereka telah mampu mengumpulkan dana selama 5 tahun dengan bantuan barokah dan karomah Pangersa Pangersa Abah untuk merehab mesjid kurang lebih 9 juta Dollar Singapura (Rp. 45 milyar). Dankemarin digunting pita oleh Pangersa Pangersa Abah. Mereka membangun bukan karenakaya, tetapi karena kerja keras. Ustadz.H. Ali muhammad yang sebenarnya Ketua Syariat Nasional Singapura seorang alim dan anak-anaknya sekolahdi Al-Azhar Kairoterjun langsung membuat nasi amal (Briyani).
    Para Ikhwan Singapura punmempunyai ilmu yang luas. Mengapa perkembangan TQN di sana pesat? Mereka siap dengan ilmunya, semangat belajarnya tinggi.
    Di tengah-tengah kesibukan sebagai pusat niaga dunia, mereka masih menyempatkan diri belajar Sirrul Asror seminggu sekali di Mesjid Khadijah. Merekapun sangat menghormati ilmu. Berbeda dengan di kita yang selalu menghormati kekuatan. Sehingga yang ada malah ketakutan, padahal orang ketakutan itu otaknya tidak normal dan kecerdasannya menjadi macet.

    Kita itu kalau menjadi atasan tidak mau mendengar nasehat oranglain, malah selalu ingin menasehati orang lain.
    Juga mereka mempunyai khidmat yang sangat besar. Kita mengetahui bagaimana besarnya khidmat di sini. Semua didorong untuk berkhidmat tinggi.
    Khidmatnya yang begitu besar itu adalah merupakan gabungan berpendapatan besar dan berpendapatan yang kecil, tetapi karena semua didorong untuk berkhidmat maka terwujudlah. Bahkan disana setiap rumah itu mempunyai tabungan untuk mesjid.

    Alangkah indah ikhwan Indonesia kalai ditiap ikhwanmempunyai tabungan )celengan) Rp. 100 saja untuk Baitul Maal setiap hari. Dalam sebulan setiap orang membawa Rp. 3000 ke PP. Suryalaya. Kalau yang datang ke Pondok Pesantren Suryalaya sebanyak 5000 orang, maka akan terkumpul sebesar Rp. 15 juta dalamsebulan. Mari kitapikirkan! Pondok Pesantren Suryalaya tidak akan meminta, tetapi tidak akan menolak kalau diberi. Karena kalau Pangersa Pangersa Abah meminta, maka para muridnya akanberjiwa peminta-minta. Pernah suatu waktu ada seorang nenek-nenek yang ingin sodaqoh kepada Beliau dengan membawa uang Rp. 50,-, lalu jatuh uang tersebut di depan Beliau. Maka Pangersa Pangersa Abah menyuruh untuk mengambilnya kembali. Jadi Beliau memberi semangat kepada orang yang ingin berbuat baik. Coba kalau uang Rp. 50-an itu diberikan kepada PakZezen, mungkin akan dilemparkan karena kita bodoh nilai. Pangersa Pangersa Abah tidak menolak, tetapi tidak meminta-minta. Kalaupun kita berkhidmat itu bagi kita sendiri.

    Para Ikhwan Singapura juga mempunyai keikhlasan yang tinggi. Terakhir kali Beliau (Ust. H. Ali Muhammad) berbicara kepada saya, “Pak Zezen, yang sulit itu ikhlasnya. Kerjanyamudah tetapi ikhlasnya sangat susah. Sulit sekali menjaga hati orang itu”. Saya menjawab, “Ya Ustadz, boro-boro menjaga hati oranglain, menjaga hatisendiri saja sangat sulit”.
    Oleh karena itu para tokoh ikhwan, Ketua Yayasan, para mubaligh benar-benar harus pandai menjaga hati orang. Sehingga apabila berbicara demikian, ditimbang dahulu, kira-kira orang lain suka atau tidak. Kita itu belum sampai ke sana, kalau kita mengatakan “bajigur” harus bajigur. Biarkan orang lain mau suka atau tidak, yang penting kata kita “bajigur”, maka harus “bajigur”. Ini menandakan bahwa kita anak buah Mike Tyson yang tidak ingin menang, malah yang penting ingin puas merusak orang lain sehingga telinga orang lainpun digigit.

    Karena keikhlasan merekalah (Ikhwan TQN Singapura), seorang Perdana Menteri Goh Tok Chong hadir untuk meresmikan Mesjid seraya berkata, “Baru sekarang saya tahu mesjid”.
    Beliau menyadari dengan adanya ilmu dari Syaikh Mursyid PP Suryalayaitulah, maka ikhwan disana loyalitasnya sangat tinggi. Sehingga para pendeta Kristen, Hindu, Buddha, Yahudi dan agama lainnya hadir dalam peresmian itu. Mudah-mudahan imbasnya sampai ke Indonesia,sehingga berbagai tuduhan terhadap Islam : teroris, ekstrim,radikal, barbar, drakula dan lainnya cepat sirna. Mereka itu sangat memperhatikan TANBIH, antara lain “logor dina liang jarum uleh sereg di buana”. Dalam keadaan sulit apapun tetap dapat melaksanakan tugas, tetap masih bisa eksis (bertahan) mengamalkan TQN , apalagi kalau di negara Muslim.
    Kalau tikus saja bisa masuk ke lubang kecil, padahal tikus tersebut lebih besar daripada lubang. Disini menunjukkan betapa dalam makna yang terkandung dalam Tanbih. Bisakah kita mencari selubang jarum dan masuk ke dalamnya dalam konteks dakwah ? Jangan sampai karena gangguan sedikit saja berhenti dari dzikir, khotaman dan manaqib, bahkan pensiun. “Pak Zezen dulu disini ramai manaqib,tetapi sekarang setelah wafat Pak Haji anu tidak ada lagi ?”. Ini menunjukkan kita belum mampu gotong royong dan bertanggung jawab bersama.

    Malah sebaliknya suka mengandalkan orang lain, “makan, pakaian, bahkan transport semuanya dari orang lain, kita tidak kebagian “. Mendidik hal ini tidak mudah. “Ulah sereg di buana”, maknanya kalau kita diberi tugas besar harus mampu. Kalau tidak mampu, tingkatkan kemampuan kita jangan malah menyikut orang lain. Ingat ! yang perlu didakwahi dan diberi kucuran dzikir Tarekat itu seluruh manusia di dunia, dengan mendahulukan orang yang sudah Islam.
    Kalau kita mempunyai Ikhwan TQN kurang lebih 4 juta harus bersyukur karena untuk mencapai jumlah seperti itu sangat susah, akan tetapi jangan puas hanya sampai disitu. Kita harus terus berupaya meningkatkan diri dan menembus kelompok-kelompok tertentu yang lain. Ini sebagaimana yangdilakukan oleh Ustadz H. Ali Muhammad di Singapura yang memberi keleluasaan kepada orang-orang Bangladesh yang tinggal di Singapura untuk meramaikan mesjid, sehingga setelah selesai sholat merepun ikut berdzikir. Maka tembuslah Dakwah TQN ke Bangladesh.

sumber = www.suryalaya.org

-----------------------------------------------------------------
Untuk melihat artikel-artikel dzikir lainnya bisa dilihat pada
link di bawah ini :

http://hudaya-organization.blogspot.com/2009/05/
index-artikel-artikel-tentang-dzikir.html

Muhasabah dan dzikir


MUHASABAH DAN DZIKIR
Oleh : KH. M. Zein ZA. Bazul Asyhab
(Khidmat Manaqib suryalaya september 2002)


Allah Swt. telah berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah, dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang fasiq” (Al-Hasyr : 18).
Ayat diatas menunjukkan perintah bertaqwa kepada Allah dan dilanjutkan dengan perintah untuk bermuhasabah. Ini penting untuk diperhatikan bagi para pengamal tarekat. Apa itu muhasabah? Muhasabah adalah berhitung, mengoreksi diri, dan mempersiapkan diri. Ingatlah! Hari Senin ini bukan hari Senin kemarin, waktu sekarang bukan waktu kemarin. Sampai dimana kita perlu memandang perjalanan yang lalu tidak cukup sampai tahun kemarin atau mulai dari kelahiran dalam rahim ibu. Akan tetapi kita perlu memandang sampai bad’ul kholqi (permulaan penciptaan) badan dan ruh.

Perjalanan ruh manusia tidak diproses di bumi, melainkan langsung diproses dilangit, yaitu mulai dengan penciptaan Nur Muhammad. Banyak orang yang tidak percaya terhadap Nur Muhammad ini, disangkanya hanya sekedar Israiliyyat. Padahal informasi ini dari Syaikh Abdul Qodir al-Jaelani di Kitab Sirror Asror dan perlu diperhatikan bahwa kitab Sirror Asror ini bukan kitab sembarangan hasil kutipan, melainkan perjalanan Syaikh Abdul Qodir selama 25 tahun dengan tidak bertemu manusia. Beliau adalah Wali Qutub bukan Ahli Wacana.

    Dalam rahim seorang istri dipadukan antara ruh dan jasad. Setelah masuk air mani yang jumlahnya 250 juta, maka dengan cerdiknya masuk ke pabrik utama yaitu diproses selanjutnya tidak lebih dari 1 atau 2, coba kalau seluruhnya menjadi manusia?
    Untuk apa kita mempelajari masa lalu? Untuk muhasabah atau untuk dipelajari, dipertimbangkan, agar dibuat rancangan yang akan datang terus ditarik sampai ke hari kiamat. Maka kalau seluruh manusia mempraktekkan ayat diatas dalam hidupnya, keluarga, agama, bangsa dan negaranya.


Dengan bermuhasabah itu akan muncullah 6 pertanyaan yang perlu kita perhatikan :
  1. Apa kita ini ? Kita adalah manusia
  2. Dari mana kita ini? Dari Allah yang diciptakan jasadnya berasal dari tanah dan ruhnya dari Nur Muhammad.
  3. Di mana kita sekarang? Kita hidup didunia
  4. Mau kemana kita? Kita akan mati, masuk kubur dan kembali ke akhirat.
  5. Ingin apa? Ingin bahagia didunia dan di akhirat
  6. Harus bagaimana supaya bahagia? Kita harus beriman, beramal soleh dan bertaqwa.


Dalam beberapa ayat Allah memerintahkan agar kita bertaqwa dan menyatakan kemampuannya bahwa Allah itu selalu hadir. Allah berfirman: “Aku ini Maha Mengetahui segala sesuatu”. Siapa lagi yang mengetahui selain Allah? Yaitu orang-orang yang diberitahu oleh Allah seperti para Nabi dan Rasul dan Warosatul Anbiya yaitu Waliyyan Mursyidan (Wali Mursyid).
Siapa Wali Mursyid itu? (Lihat Tanwirul Qulub) yaitu orang yang mengolah diri dengan ilmu yang benar sampai mencapai maqom ikhlas, taqwanya sempurna dan diberi wilayah oleh Allah swt. Tidak semua Wali itu Mursyid, tetapi setiapMursyid itu wali.
Bagaimana kalau ada orang yang mengaku sebagai Mursyid bukan Wali? Patut dipertanyakan. Saya saja (KH. M. Zein ZA. BA.) pernah dikatakan orang luar biasa, tetapi setelah belajar dzikir malah lebih luar biasa. Kalau ada orang yang berkelahi melawan 20 orang, pasti dikatakan orang luar biasa. Setelah belajar dzikir, malah dengan seekor semut saja menjadi lebih takut. Apakah ini tidak lebih luar biasa? Mengapa? karena kita tidak melihat hanya semutnya saja, tetapi siapa yang menggerakkan semut. Inilah pendidikan dzikir.

Firman Allah selanjutnya : “Kamu sekalian jangan seperti orang yang lupa kepada Allah!”. Jangankan menjadi orang yang lupa kepada Allah, menjadi seperti orang yang lupa kepada Allah saja dilarang. Mengapa? Karena orang yang melupakan Allah pasti akan dilupakan oleh Allah. Mereka inilah yang dikatakan orang-orang fasiq.
Baik atau jelek menjadi orang fasiq? Pasti jelek. Maka kalau kita ingin keluar dari golongan fasiq, kita harus berhenti menjadi orang yang lupa kepada Allah, jadilah orang yang selalu ingat kepada Allah. Ingat kepada Allah itu dalam bahasa Arab disebut dzikrullah. Perbanyaklah dzikrullah.

Berjuta-juta orang yang datang ke Pondok Pesantren Suryalaya ini tujuan utamanya adalah ingin melepaskan baju kafasikan, kemunafikan, kekufuran dan kesyirikan. Mereka menggantikannya dengan baju dzikrullah. Disinilah perbedaannya calon ahli neraka dan calon ahli surga. Calon ahli surga adalah orang-orang yang bahagia. Bagaimana surga itu ? Dalam Sirur Asror diterangkan bahwa Surga itu ada 4 tingkatan:
  • Jannatul-ma’wa : Surga tingakatan yang terendah sebagai tempat kembali
  • Jannatul-Na’im
  • Jannatul-Firdaus
  • Jannatul-Qurbah yaitu Surga tertinggi.

Orang yang berlajar dzikir itu adalah orang yang sedang berupaya menjadi Ahlu-Qurbah (Surga Tertinggi).

sumber = www.suryalaya.org

----------------------------------------------------------------
Untuk melihat artikel-artikel dzikir lainnya bisa dilihat pada
link di bawah ini :

http://hudaya-organization.blogspot.com/2009/05/
index-artikel-artikel-tentang-dzikir.html


Ilmu dan dzikir

ILMU DAN DZIKIR
Oleh: KH. M. Zein ZA. Bazul Asyhab
(Khidmat Manaqib Suryalaya September 2000)


Allah berfirman dalam Al-Quran yang artinya : Bahwa Aku turunkan al-Dzikr (Al-Quran). Dari ayat ini mempunyai pengertian bahwa seluruh Al-Quran adalah dzikir, dari mulai kata sampai huruf bahkan titiknya pun adalah dzikir. Baik yang tertulis secara harfiah maupun maknawiyah. Tetapi hal ini jangan dipahami bahwa orang yang telah mengamalkan dzikir tidak usah membaca Al-Quran. Karena itu, adalah pemahaman yang sempit, eksklusif dan ditunggangi oleh syetan dan nafsu. Di dalam surat Shaad ayat 1 dikatakan bahwa Al-Quran adalah memiliki dzikir.
Sebagai contoh, dalam surat al-Mu’ minun ayat 1-9, Allah berfirman yang artinya : “Orang-orang yang beriman pasti akan berbahagia (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya. Dan orang-orang yang pasrah menjauhkan diri dari perkara-perkara yang sia-sia dan orang-orang yang menunaikan zakat. Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya. Kecuali dengan isteri atau budak yang mereka miliki, maka mereka dalam hal ini tidak tercela. Barang siapa yang dibalik itu (zina, Homosexueel, dll), maka mereka itu orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat yang dipikulnya dan janjinya. Dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya”.
Dari ayat diatas dapat dipahami bahwa untuk menjadi orang bahagia harus memenuhi kriteris yang telah disebutkan dalam ayat 2-9.

Dalam memenuhi kriteria terkait dengan berbagai disiplin ilmu, diantaranya :
  1. Ilmu Tauhid, untuk mengesakan Allah dan menentukan arah yang satu yaitu dengan mengtahui sifat-sifat kesempurnaan Allah dan rasul-Nya dan lain-lain.
  2. Ilmu Fiqh, untuk mengatur sah atau tidaknya yaitu dengan melihat syarat dan rukun dari pekerjaan-pekerjaan tersebut.
  3. Ilmu Tasawwuf, untuk mengupayakan pembersihan hati dari berbagai macam penyakit, supaya dalam melaksanakan ibadahnya menjadi ikhlas. Yaitu dengan belajar dzikir melalui suatu tarekat. Baik dzikir jahar maupun khafi supaya mampu mengendalikan nafsu dan mengalahkan syetan juga mengendalikan hati. Dengan dibimbing oleh seorang Guru Mursyid yang mempunyai peranan sangat penting dalam membimbing rohani muridnya dari godaan syetan dan nafsu.


Dengan penggabungan tersebut, maka akan mampu shalat dengan khusyu’, akan terhindar dari hal-hal yang sia-sia, tidak sulit dalam mengeluarkan zakat, amanat dan janjinya, juga memelihara sembahyangnya.

sumber = www.suryalaya.org

---------------------------------------------------------------
Untuk melihat artikel-artikel dzikir lainnya bisa dilihat pada
link di bawah ini :

http://hudaya-organization.blogspot.com/2009/05/
index-artikel-artikel-tentang-dzikir.html


Pendidikan Yang Berdimensi Dzikrullah

Untuk melihat artikel-artikel Dzikir lainnya bisa dilihat pada
link di bawah ini :

http://hudaya-organization.blogspot.com/2009/05/
index-artikel-artikel-tentang-dzikir.html

---------------------------------------------------------------

Pendidikan Yang Berdimensi Dzikrullah
Oleh : KH. M. Zein ZA. Bazul Asyhab

(Khidmat Manaqib Suryalaya November 1999)


Apabila kita teliti dan pelajari peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw., maka Allah begitu teliti dalam membuat skenarionya. Bahkan dapat kita jadikan pedoman dalam pendidikan Islam. Sebagai berikut :

  • Pertama :

    Rasulullah Saw. Isra’ Mi’raj memakai kendaraan buroq, yang dapat digambarkan dengan sebagaidzikrullah. Dan Mi’raj digambarkan dengan Tanbih. Apabila dzikir telah digabung dengan Tanbihnya, maka akan mampu mencetak manusia yang dapat menyelesaikan Isra’ Mi’raj.

    Ini terlihat dengan keilmuan yang tinggi, yang dijabarkan dalam Tanbih berupa “Ulah aya carekeun agama jeung nagara”. Juga akhlaknya pun menjadi akhlak sufi yaitu : “Kasaluhureun ulah nanduk jeung kasahandapeun ulah nyien deleka culika henteu daek ngajenan”. Serta mereka dapat menjadi mandiri sebagai ciri didikan Pangersa Abah agar murid-muridnya lebih banyak memberi, tidak menjadi orang peminta-minta serta tidak hidup atas pemberian orang lain.
    Inilah yang menjadi ciri khas pendidikan di Suryalaya, yang beda dengan pendidikan-pendidikan lain di Indonesia yang hanya berorientasikan pada ilmu tidak dibarengi dengan pendidikan akhlak. Hasilnya adalah tawuran, mabuk-mabukan, dan kalau sudah menjadi pejabat menjadi koruptor dan penipu. Bahkan menurut Prof. Dr. KH. Ahmad Tafsir bahwa pola pendidikan Islam di negara kita ini adalah salah dan harus dibenahi.

    Seharusnya kalau bangsa Indonesia ingin menjadi bangsa yang baik, yang madani, maka lembaga pendidikan di Indonesia harus mencetak manusia dengan tiga dimensi utama tadi yaitu :

    1. Ilmu yang tinggi
    2. Akhlak sufi
    3. Mampu hidup mandiri.

  • Kedua

    Nabi Isra’ Mi’raj berhenti di lima lokasi, bisa digambarkan bahwa : Ketiga dimensi di atas harus diimplementasikan dalam lima ciri khas yaitu :
    1. Ibadah yang nyata dalam keseharian seperti di Pondok Pesantren Suryalaya dalam shalat di awal waktu berjamaah.
    2. Pendidikan Akhlak
    3. Ilmu (science)
    4. Pendidikan Kerja (keterampilan)
    5. Pendidikan Kepemimpinan (leadership).

  • Insya Allah, jika motto “Ilmu amaliah, amal ilmiah” diimplementasikan dalam tiga dimensi di atas serta diberikan menu lima ciri khas pendidikan di Pondok Pesantren Suryalaya, maka hasilnya adalah manusia yang “Multi Purpose” yang dapat menjadi panutan ummat serta berguna bagi nusa, bangsa dan agamanya.
    Mudah-mudahan seluruh anak didik Pondok Pesantren Suryalaya mendapatkan karomah dan barokah Pangersa Abah. Amin.

    sumber = www.suryalaya.org

    Dzikir Sebagai Alat untuk Mencetak Waliyullah


    Dzikir Sebagai Alat untuk Mencetak Waliyullah
    Oleh : KH. M. Abdul Gaos SM.
    (Khidmat Manaqib Suryalaya Oktober 1999)


    Di pondok pesantren Suryalaya terdapat kegiatan Manakib Akbar. Disebut manakib akbar karena semua kegiatan manakib di daerah-daerah lainnya harus mengikuti, mengacu dan menyesuaikan denganmanakib di PP. Suryalaya ini. Jadi kegiatan manakib itu sentralnya di PP. Suryalaya.

    Acara manakib ini merupaka restu Pangersa Abah. Tidak hanya setiap manakib itu direstui oleh beliau, bahkan yang namanya manakib itu adalah kesukaan, kesenangan dan sunnah beliau. Manakib inilah yang selalu beliau tanyakan kepada para Ikhwan. Hal ini menggambarkan bahwa sangat penting bagi kita untuk mengikuti dan menyelenggarakan manakib dimanapun kita berada.

    Pangersa Abah telah memberi talqin dzikir Jahar yang terang-terangan dan dzikri khofi yang disamarkan. Dzikir yang disamarkan ini tidak memakai suara dan tidak memakai huruf tetapi harus terus ada. Ketika manusia berbicara dengan bahasa apapun dzikir khofi ini harus tetap ada (jalan)bahkan ketika mulut ini sedang menyebutkan dengan yang sama dengan yang didalam (khofi).

    Ketika seseorang selesai membaca sebuah ayat al-Qur’an jika hendak mengucapkan lafadz Allah, maka jangan ragu-ragu. Karena hal itu bukanmenjaharkan khofi. Sebab khofi itu samar, jangankan manusia, malaikatpun tidak bisa melihat untuk mencatat dan bahkan syetanpun tidak bisa menggodanya. Sehingga syetan pun menjadi takut dengan dzikir khofi ini. Dan dzikir pula yang akan mencetak manusia menjadi ikhlas.

    Entah berapa banyak ismu dzat yang ada dalam al-Qur’an. Jika membacanya maka bacakanlah atau sebutkanlah ismu dzat (lafadz Allah) itu dengan tidak ragu-ragu. Mengenai menyebutkan lafadz Allah ini, sebenarnya hal ini sama dengan ketika kita mendengar ada yang menyebut nama Muhammad Saw., maka kita harus bersholawat kepadanya. Agar kita tidak termasuk kedalam orang-orang yang kikir. Terlebih lagi lagi jika yang disebutkan itu nama Allah.

    Sekarang ini ada sebuah pernyataan, bahwa di zaman sekarang ini sudah tidak ada lagi wali, alasannya karena sekarang ini dunianya sudah kotor. Menurut saya, hal ini keliru. Justeru karena dunia ini sudah kotor memerlukan wali yang akan menyelamatkannya. Jika Allah tidak menurunkan wali pada dunai sekarang yang kotor ini, maka Allah berarti dzolim. Hal ini mustahil. Selama masih ada di dalam al-Quran ayat yang berbunyi : “Alaa Inna Aulyaa Allahi Laa Ilaaha Illallah Khoufun Walaa Hum Yahzanun”. Maka Allah akan tetap mencetak wali. Jika tidak, maka ayat tadi tidak ada relevansinya lagi. Yang sudah dicetak lagi adalah nabi, sedangkan wali itu masih tetap masih dicetak.

    Alat yang dapat mencetak manusia hingga menjadi waliyullah adalah dzikrullah, tepatnya lagi kalimat Laa Ilaaha Illallah. Adapun jadi tidaknya itu sangat tergantung kepada waliyullah yang memberi talqin dzikirnya itu tadi. Hal ini karena bagi waliyullah apapun yang diinginkannya akan tercapai.

    Selain itu bagi waliyullah itu tidak ada lagi rasa takut selain kepada Allah. Karena rasa takutnya yang hanya kepada Allah itulah, maka mereka akan ditakuti oleh segala sesuatu selain Allah. Seperti makanan akan merasa takut tidak sampai dimakan oleh waliyullah, rumah akan merasa takut tidak disinggahi oleh waliyullah itu, begitu pun surga akan merindukan waliyullah dan ahli Laa Ilaaha Illallah. Bahkan malaikat Munkar dan Nakir tidak akan menggangu kuburannya ahli Laa Ilaaha Illallah, atau orang-orang yang selalu mengikuti waliyullah yang selalu bersama-sama Allah.

    Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana agar kita dapat selalu bersama Allah. Caranya yang paling cepat, yang paling mudah, yang paling tepat adalah dengan dzikrullah yaitu kalimat Laa Ilaaha Illallah. Tanpa adanya kalimat ini maka tidak akan ada manusia, bumi, langit, dsb. Dan Laa Ilaaha Illallah ini bentengnya Allah. Maka barang siapa yang masuk dalam benteng-Nya maka akan selamat dari azab-Nya.

    Tanda adanya karomah dari waliyullah adalah banyaknya orang-orang yang berdatangan kepadanya tanpa diundang. Mereka yang berdatangan itu tiada lain adalah untuk belajar dzikir atau menunaikan rukun ihsan. Yaitu dapat beribadah seolah-olah melihat Allah dalam keadaaan tidak melihat. Hal inilah yang sangat sulit sehingga orang-orang itu memerlukan bantuan Guru Mursyid. Semoga kita dapat mengamalkan ajaran-ajarannya. Amin.

    sumber = www.suryalaya.org

    ----------------------------------------------------------
    Untuk melihat artikel-artikel tentang dzikir lainnya bisa dilihat
    pada link di bawah ini :

    http://hudaya-organization.blogspot.com/2009/05/
    index-artikel-artikel-tentang-dzikir.html