Suryalaya Search

Tuesday, January 27, 2009

hadits tentang berbakti kepada orangtua 9






Nabi SAW bersabda:

Ketika manusia telah mati, terhentilah semua amalnya
kecuali 3 perkara
  1. Amal jariyah
  2. Ilmu yang bermanfaat
  3. Anak shaleh yang mendoakan kedua orangtuanya
---------------------------------------------------------------
Untuk melihat hadits tentang berbakti kepada kedua orangtua
selengkapnya bisa dilihat pada link di bawah ini :

http://hudaya-organization.blogspot.com/search/label/hadits-berbakti-kepada-orang-tua

hadits tentang berbakti kepada orangtua 8

Rasul SAW bersabda:
Sungguh dosa yang paling besar adalah memaki kedua orangtuanya

Sahabat bertanya:
Kenapa sampai terjadi memaki kedua orangtuanya?

Beliau menjawab:
Asalnya seorang memaki ayah orang lain, kemudian ayahnya sendiri
dibalas dengan makian orang tersebut atau memaki ibu orang lain,
kemudian dibalasnya

----------------------------------------------------------------
Untuk melihat hadits tentang berbakti kepada orangtua lainnya
bisa dilihat pada link di bawah ini :

Hadits tentang berbakti kepada orangtua (1-11)

hadits tentang berbakti kepada orang tua 7

Seorang bertanya:
Ya Rasul, saat ini ibuku mengigau ditempatku, aku mendulangnya
dan mewudlukannya serta kugendong di atas bahuku,
Hal ini apakah aku termasuk aku membalas jasa kepadanya ?

Beliau menjawab :
Belum ada satu persenpun dari jasa (kebaikannya) , tetapi engkau
sudah termasuk berbakti dan Allah akan membalasmu dengan
pahala yang sangat besar sekalipun amalmu tidak seberapa
kepadanya

hadits tentang berbakti kepada orangtua 6

Dan ketika beliau SAW ditanya:
Amal apakah yang paling utama ?

Beliau menjawab:
  1. Shalat tepat pada waktunya
  2. Berbakti kepada kedua orang tua
  3. Jihad menegakkan agama Allah

----------------------------------------------------------
Untuk melihat hadits tentang berbakti kepada kedua
orangtua lainnya bisa dilihat pada link di bawah ini :

http://hudaya-organization.blogspot.com/search/
label/hadits-berbakti-kepada-orang-tua

hadits tentang berbakti kepada orangtua 5


Rasul SAW bersabda:

Bahwasanya kutukan kedua orangtua, dapat memutuskan
dasar anak tersebut ketika ia durhaka kepada keduanya

Maka barangsapa yang membiarkan keduanya berarti
sama dengan melupakan Tuhannya

Dan barangsiapa hidup sezaman dengan kedua atau salah satu
orangtuanya lalu tidak berbakti kepada mereka berdua sehingga
ia masuk neraka berarti telah dijauhkan oleh Allah SWT


-------------------------------------------------------------
Untuk melihat hadits tentang berbakti kepada orang tua
lainnya bisa dilihat pada link di bawah ini :

http://hudaya-organization.blogspot.com/search/label/hadits-berbakti-kepada-orang-tua

hadits tentang berbakti kepada orangtua 4

Rasul SAW bersabda :

Jika ada kata-kata yang lebih ringan dari hus, untuk
membantah kedua orantua pasti dilarang mengucapkannya

Oleh karena itu orang yang durhaka kepada orangtua dengan
cara apapun ia lakukan pasti tidak masuk surga

Sebaliknya orang yang berbakti kepada orangtua dengan
cara apa saja yang dapat dilakukannya pasti tidak masuk
neraka

hadits tentang berbakti kepada orangtua 3

Bahz bin Hakim dari ayah dan eyangnya

Katanya: Aku bertanya kepada Nabi SAW,
Ya Rasul, Siapakah yang harus aku taati ?

Beliau menjawab :
Ibumu

Kemudian Siapa ?

Beliau menjawab :
Ibumu

Lalu siapa lagi ?

Jawabnya:
Ibumu

Dan siapa lagi ?

Jawabnya:
Bapakmu dan yang terdekat serta yang dekat dengan famili

Bahaya dan akibat Buruk Zina


ZINA merupakan kejahatan yang sangat besar yang memberi kesan amat buruk kepada penzina itu sendiri, khususnya dan kepada seluruh umat amnya. Di zaman sekarang di mana banyaknya saluran dan media yang berusaha menyeret kearah perbuatan keji ini, maka amat perlu untuk setiap orang mengetahui bahaya dan akibat buruk yang timbul dari dosa zina. Kita semua hendaklah lebih berhati-hati dan berwaspada agar tidak terjerumus, hatta, walaupun hanya mendekatinya.

Di antara akibat buruk dan bahaya tersebut adalah :

* Dalam zina terkumpul bermacam-macam dosa dan keburukan yakni berkurangnya agama si penzina, hilangnya sikap wara’ (menjaga diri dari dosa), buruk keperibadian dan hilangnya rasa cemburu.

* Zina membunuh rasa malu, padahal dalam Islam malu merupakan suatu hal yang amat diambil berat dan perhiasan yang sangat indah khasnya bagi wanita.

* Menjadikan wajah pelakunya muram dan gelap.

* Membuat hati menjadi gelap dan mematikan sinarnya.

* Menjadikan pelakunya selalu dalam kemiskinan atau merasa demikian sehingga tidak pernah merasa cukup dengan apa yang diterimanya.

* Akan menghilangkan kehormatan pelakunya dan jatuh martabatnya baik di hadapan Allah mahupun sesama manusia.

* Allah akan mencampakkan sifat liar di hati penzina, sehingga pandangan matanya liar dan tidak terkawal.

* Pezina akan dipandang oleh manusia dengan pandangan mual dan tidak percaya.

* Zina mengeluarkan bau busuk yang mampu dihidu oleh orang-orang yang memiliki ‘qalbun salim’ (hati yang bersih) melalui mulut atau badannya.

* Kesempitan hati dan dada selalu meliputi para pezina. Apa yang ia dapati dalam kehidupan ini adalah sebalik dari apa yang diingininya. Ini adalah kerana, orang yang mencari kenikmatan hidup dengan cara bermaksiat kepada Allah maka Allah akan memberikan yang sebaliknya dari apa yang dia inginkan, dan Allah tidak menjadikan maksiat sebagai jalan untuk mendapatkan kebaikan dan kebahagiaan.

* Penzina telah mengharamkan dirinya untuk mendapat bidadari yang jelita di syurga kelak.

* Perzinaan menyeret kepada terputusnya hubungan silaturrahim, derhaka kepada orang tua, pekerjaan haram, berbuat zalim, serta menyia-nyiakan keluarga dan keturunan. Bahkan boleh membawa kepada pertumpahan darah dan sihir serta dosa-dosa besar yang lain. Zina biasanya berkait dengan dosa dan maksiat yang lain sebelum atau bila berlakunya dan selepas itu biasanya akan melahirkan kemaksiatan yang lain pula.

* Zina menghilangkan harga diri pelakunya dan merosakkan masa depannya di samping meninggalkan aib yang berpanjangan bukan sahaja kepada pelakunya malah kepada seluruh keluarganya.

* Aib yang dicontengkan kepada pelaku zina lebih membekas dan mendalam daripada asakan akidah kafir, misalnya, kerana orang kafir yang memeluk Islam selesailah persoalannya, namun dosa zina akan benar-benar membekas dalam jiwa kerana walaupun akhirnya pelaku zina itu bertaubat dan membersihkan diri dia akan masih merasa berbeza dengan orang yang tidak pernah melakukannya.

* Jika wanita yang berzina hamil dan untuk menutupi aibnya ia mengugurkan kandungannya itu maka dia telah berzina dan juga telah membunuh jiwa yang tidak berdosa . Jika dia ialah seorang wanita yang telah bersuami dan melakukan kecurangan sehingga hamil dan membiarkan anak itu lahir maka dia telah memasukkan orang asing dalam keluarganya dan keluarga suaminya sehingga anak itu mendapat hak warisan mereka tanpa disedari siapa dia sebenarnya. Amat mengerikan, naudzubillah min dzalik.

* Perzinaan akan melahirkan generasi individu-individu yang tidak ada asal keturunan (nasab). Di mata masyarakat mereka tidak memiliki status sosial yang jelas.

* Pezina laki-laki bererti telah menodai kesucian dan kehormatan wanita.

* Zina dapat menyemai permusuhan dan menyalakan api dendam antara keluarga wanita dengan lelaki yang telah berzina dengannya.

* Perzinaan sangat mempengaruhi jiwa kaum keluarganya di mana mereka akan merasa jatuh martabat di mata masyarakat, sehingga kadang-kadang menyebabkan mereka tidak berani untuk mengangkat muka di hadapan orang lain.

* Perzinaan menyebabkan menularnya penyakit-penyakit berbahaya seperti aids, siphilis, dan gonorhea atau kencing bernanah.

* Perzinaan menjadikan sebab hancurnya suatu masyarakat yakni mereka semua akan dimusnahkan oleh Allah akibat dosa zina yang tersebar dan yang dilakukan secara terang-terangan.

HUKUMAN ZINA

Demikianlah besarnya bahaya dosa zina, sehingga Ibnul Qayyim, ketika mengulas tentang hukuman bagi penzina, berkata: “Allah telah mengkhususkan hadd (hukuman) bagi pelaku zina dengan tiga kekhususan iaitu:

* Pertama, hukuman mati secara hina (rejam) bagi pezina kemudian diringankan (bagi yang belum nikah) dengan dua jenis hukuman, hukuman fizikal yakni dirotan seratus kali dan hukuman mental dengan diasingkan selama satu tahun.

* Kedua, Allah secara khusus menyebutkan larangan merasa kasihan terhadap penzina. Umumnya sifat kasihan adalah diharuskankan bahkan Allah itu Maha Pengasih namun rasa kasihan ini tidak boleh sehingga menghalang dari menjalankan syariat Allah. Hal ini ditekankan kerana orang biasanya lebih kasihan kepada penzina daripada pencuri, perompak, pemabuk dan sebagainya. Di samping itu penzinaan boleh dilakukan oleh siapa sahaja termasuk orang kelas atasan yang mempunyai kedudukan tinggi yang menyebabkan orang yang menjalankan hukuman merasa enggan dan kasihan untuk menjalankan hukuman.

* Ketiga, Allah memerintahkan agar pelaksanaan hukuman zina disaksikan oleh orang-orang mukmin dengan maksud menjadi pengajaran dan memberikan kesan positif bagi kebaikan umat.

BEBERAPA PERKARA PENTING YANG PERLU DIPERHATIKAN

Orang yang berzina dengan banyak pasangan lebih besar dosanya daripada yang berzina hanya dengan satu orang, demikian juga orang yang melakukanya berkali-kali dosanya lebih besar daripada yang melakukannya hanya sekali.

* Penzina yang berani melakukan maksiat ini dengan terang-terangan lebih buruk daripada mereka yang melakukannya secara sembunyi-sembunyi.

* Berzina dengan wanita yang bersuami lebih besar dosanya daripada dengan wanita yang tidak bersuami kerana adanya unsur perbuatan zalim (terhadap suami wanita), boleh menyalakan api permusuhan dan merosak keutuhan rumah tangganya.

* Berzina dengan jiran lebih besar dosanya daripada orang yang jauh rumahnya.

* Berzina dengan wanita yang sedang ditinggalkan suami kerana perang (jihad) lebih besar dosanya daripada dengan wanita lain.

* Berzina dengan wanita yang ada pertalian darah atau mahram lebih jahat dan hina daripada dengan yang tidak ada hubungan mahram.

* Ditinjau dari segi waktu maka berzina di bulan Ramadhan, baik siangnya ataupun malamnya, lebih besar dosanya daripada waktu-waktu lain.

* Kemudian dari segi tempat dilakukannya, maka berzina di tempat-tempat suci dan mulia lebih besar dosanya deripada tempat yang lain.

* Pezina muhson (yang sudah bersuami atau beristeri) lebih hina daripada gadis atau jejaka, orang tua lebih buruk daripada pemuda, orang alim lebih buruk daripada yang jahil dan orang yang berkemampuan (terutama dari segi ekonomi) lebih buruk deripada orang fakir atau lemah.

BERTAUBAT

Bertaubat ini bukan khusus hanya kepada penzina, bahkan kepada sesiapa sahaja yang menunjukkan jalan untuk terjadinya zina, membantu dan memberi peluang kepada pelakunya dan siapa saja yang ikut terlibat di dalamnya. Hendaknya mereka semua segera kembali dan bertaubat dengan sungguh-sungguh, menyesali apa yang pernah dilakukannya dan berusaha sekuat tenaga untuk tidak kembali melakukannya. Dan yang paling penting adalah memutuskan hubungun dengan siapa sahaja dan apa sahaja yang boleh menarik ke arah perbuatan keji tersebut. Dengan demikian diharapkan Allah akan menerima taubat itu dan mengampuni segala dosa yang pernah dilakukan, dan ingatlah, tidak ada istilah ‘putus asa’ dalam mencari rahmat Allah.

Allah berfirman, mafhumnya:
“Dan orang-orang yang tidak menyembah ilah yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka mereka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ” (QS. 25:68-70)

Disaring dari risalah Daarul Wathan judul Min mafasid az-zina, karya Muhammad bin Ibrahim al Hamd.

Source = http://nurjeehan.wordpress.com

----------------------------------------------------------------
Untuk melihat hadits tentang taubat (1-10) bisa dilihat pada
link di bawah ini:

http://hudaya-organization.blogspot.com/search/label/hadist-taubat

Untuk melihat hadits tentang taubat (11-16) bisa dilihat pada
link di bawah ini :

http://hudaya-organization.blogspot.com/search/label/hadist-taubat-a02

Thursday, January 15, 2009

hadits tentang shilaturrahmi 1

Dari Abu Ayyub ra katanya :
Seorang dusun menghentikan perjalanan Nabi SAW

katanya:
Ya Rasul, terangkan pekerjaaan yang dapat mengantarkan
aku ke surga dan yang menyelamatkan aku dari siksa api
neraka

Jawab beliau SAW:
  • Ada 4 Perkara :

    1. Kamu menyembah Allah dan tidak menyekutukanNya
    2. Melakukan shalat 5 waktu sehari semalam
    3. Mengeluarkan zakat (fitrah atau harta)
    4. Shilaturrahmi

hadits tentang berbakti kepada orangtua 2

Kata Ibnu Umar ra :
Ada orang bertanya : Ya Rasul, aku akan berjihad fi sabillah.

Beliau SAW bertanya :
Kedua orangtuamu apakah masih ada ?

Jawabnya:
Keduanya masih hidup

Lalu beliau SAW bersabda :
Berbakti kepada orangtua, memerlukan jihad

Wednesday, January 14, 2009

hadits tentang berbakti kepada orang tua 1

Dari Ibnu Abbas ra

Katanya:
Tiada seorang mukmin berbakti kepada kedua orangtuanya
(ibu bapak), kecuali dibukakan pintu surga baginya dan
Allah tidak akan meridlainya jika salah satu dari keduanya
marah kepadanya hingga lenyap marahnya

(ada yang bertanya) sekalipun ia penganiya ?

Jawabnya:
Sekalipun ia penganiaya

Tuesday, January 13, 2009

hadits tentang sifat dan penghuni surga 9

Seandainya seorang putri penghuni surga memperlihatkan
tapak tangannya dari langit, pasti antara langit-bumi
menjadi terang karena sinarnya

-------------------------------------------------------

Untuk melihat arsip semua hadist
bisa dilihat pada link di bawah ini :

http://hudaya-organization.blogspot.com/2009/05/
index-tentang-hadits-hadist.html