Suryalaya Search

Thursday, February 19, 2009

Hadits tentang ghibah 1 (mengungkap keburukan orang)

Al Faqih meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah.

Nabi SAW Bersabda :
Kalian mengerti ghibah ?

Para Shabat menjawab :
Allah dan RasulNya lebih mengerti,

lalu beliau SAW bersabda :
Ketika kau ungkap hal-hal/keadaan kawanmu (Sedangkan)
ia benci tentang pengungkapan hal itu kepada orang lain,
maka itulah yang disebut ghibah.

Lalu ditanyakan
Bagaimana kalau hal itu sesuai dengan kenyataan ?

Jawab Beliau SAW :
Jika hal (yang kau ungkap) itu sesuai dengan kenyataan orang itu,
berarti itu ghibah, tetapi jika tidak sesuai, malahan itu disebut
"Buhtan"

Buhtan = Menfitnah (Menjelek-jelekan) orang dengan berbagai cara,
seperti menghasut, berbohong/memalsu

---------------------------------------------------------------
Untuk melihat hadits tentang ghibah lainnya bisa dilihat pada
link di bawah ini :

http://hudaya-organization.blogspot.com/search/label/hadits-ghibah

Tuesday, February 17, 2009

hadits berbakti kepada orangtua 11

Seorang bertanya kepada Nabi SAW :
Ya Rasul, orangtuaku sudah mati keduanya, apakah bisa aku berbakti
kepadanya sesudah mati ?

Beliau menjawab:
Ya bisa, beristigfarlah untuk keduanya dan menghubungi famili dari
keduanya.

-----------------------------------------------------------------

Untuk melihat hadits tentang berbakti kepada orang tua lainnya
bisa dilihat pada link di bawah ini :

Hadits tentang berbakti kepada orangtua (1-11)


Untuk melihat arsip semua hadits bisa dilihat pada link dibawah
ini :

http://hudaya-organization.blogspot.com/search/label/hadits

hadits tentang berbakti kepada orangtua 10

Sabda beliau SAW :
Jangan putuskan hubungan dengan orang yang dulunya
kawan baik kedua orangtua, (Jika kamu berbuat demikian)
pasti padamlah sinar cahayamu

-------------------------------------------------------------
Untuk melihat hadits tentang berbakti kepada orangtua
lainnya bisa dilihat pada link di bawah ini :

http://hudaya-organization.blogspot.com/search/
label/hadits-berbakti-kepada-orang-tua