Suryalaya Search

Saturday, May 9, 2009

ahli dzikir tidak takut alam kubur

AHLI DZIKIR TIDAK TAKUT ALAM KUBUR
Oleh : Drs. H. DADY HERMAWAN

(Khidmat Manaqib Suryalaya Maret 2008)

Berbahagialah kita yang telah mendapatkan talqin dzikir dari Pangersa Abah Anom kemudian mengamalkannya sesuai dengan petunjuk dan tuntunan serta bimbingan Beliau. Karena Allah SWT. berfirman dalam surat al-Ahzab : 35 : "Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu'min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta`atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu`, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar." Jangan hanya ampunan dari Allah saja yang kita minta tapi juga ampunan dari sesama manusia karena taubat merupakan maqam pertama yang harus dilalui seseorang yang sedang menempuh perjalanan menuju Allah.

Sedangkan Nabi Muhammad SAW. dalam salah satu haditsnya bersabda : "Laisa 'alaa aHli laa ilaaHa illallaah wa khosyatun fii qubuuriHim walaa mansyariHim waka annii unzhuruu ilaa aHli laa ilaaHa illallaah waHum yanqudhuunat turooba ru-uusiHim wayaquluuna alhamdulillaaHilladzii adzHaba 'annalhazaan". Ahli Laa ilaaHa illallaah tidak akan merasa takut ketika memasuki alam kubur, tidak akan merasa takut ketika berada di alam kubur dan tidak akan merasa takut pula ketika dibangkitkan dari alam kubur. Bermacam-macam keadaan orang-orang yang dibangkitkan dari dalam kubur sesuai dengan balasan yang mereka dapatkan. Bagi ahli Laa ilaaHa illallaah ketika dibangkitkan dari alam kubur mereka membersihkan debu tanah yang menempel di kepalanya sambil berkata :alhamdulillaaHilladzii adzHaba 'annalhazaan (Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan dariku kesedihan di alam kubur).

Dzikir merupakan kebiasaan/akhlaq Rasulullah SAW. Oleh karena itu, memperbanyak dzikrullah merupakan salah satu usaha kita untuk mencontoh beliau sebagai suri tauladan. Dan di bulan Maulid ini, bulan dilahirkannya Nabi Muhammad SAW. yang mulia yang kita cintai, mari kita tingkatkan dzikir kita sehingga ada atsarnya (bekasnya) diantaranya kebersihan hati, bersih dari sifat sombong. Tidak hanya dzikirnya saja tapi juga kebiasaan/akhlaq yang lainnya seperti murah senyum, berdo'a sebelum makan, selalu bersilaturahim serta mencontoh perbuatan beliau yang selalu mendapat bimbingan dari Allah SWT.

Sumber = www.suryalaya.org

--------------------------------------------------------------
Untuk melihat artikel-artikel dzikir lainnya bisa dilihat pada
link di bawah ini :

http://hudaya-organization.blogspot.com/2009/05/
index-artikel-artikel-tentang-dzikir.html



No comments:

Post a Comment