Suryalaya Search

Thursday, May 7, 2009

Dzikir Sesudah Shalat bagian 1

Tasbih, Tahmid, Takbir atau Langsung Tahlil?

Masih ada hal yang membingungkan diantara para pengamal dzikir Tarekat Qadriyyah Naqsyabandiyyah (TQN) Suryalaya, terutama yang masih baru. Sesudah shalat fardhu apa yang harus diamalkan terlebih dahulu, dzikir yang biasa mereka kerjakan selama ini (membaca tasbih, tahmid dan takbir masing-masing 33 kali) atau langsung mengerjakan dzikir tahlil minimum 165 kali yang telah ditalkinkan oleh guru mursyid kepada mereka?

Artikel berikut ini mudah-mudahan bisa menghilangkan kebingungan para ikhwan di dalam meniti jalan menuju Allah SWT.

Mari kita perhatikan hadist berikut ini. Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:

Bahwa fakir miskin Muhajirin datang menemui Rasulullah saw. dan berkata:
Orang-orang kaya telah pergi dengan derajat yang tinggi dan nikmat yang kekal.
Rasulullah bertanya: Apa itu gerangan?
Mereka menjawab: Mereka shalat seperti kami shalat, mereka puasa seperti kami puasa. Tetapi mereka bersedekah sedang kami tidak sanggup, mereka mampu memerdekakan budak sementara kami tidak mampu.
Rasulullah saw. bersabda: Maukah kalian aku ajarkan sesuatu yang dapat membuat kalian mengejar orang-orang yang mendahului kalian dan yang dapat membuat kalian mendahului orang-orang yang sesudah kalian? Tidak ada seorang pun di antara kalian yang lebih utama kecuali ia melakukan seperti yang engkau lakukan.
Mereka menjawab: Tentu, ya Rasulullah.
Rasulullah bersabda: Kalian baca tasbih (subhhaanallah), takbir (Allahu akbar) dan tahmid (alhamdu lillah) setiap selesai salat sebanyak tiga puluh tiga kali.

(Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 936, Bab Masjid dan Lokasi Sholat)

Riwayat lain dijelaskan oleh Imam Nasa’i

“Wahai Rasulullah, sungguh ahli datsur (orang-orang kaya) mampu mencapai kedudukan yang tinggi dan kenikmatan yang sempurna berkat harta yang mereka miliki. Mereka shalat dan puasa seperti kami, namun mereka mempunyai harta dan bisa pergi haji dan umrah ke Baitullah, bisa berjihad dan bersedekah dengan kelebihan harta yang ada pada mereka, sedangkan kami tidak bisa demikian.”

Maka Rasulullah SAW bersabda, “Maukah kalian aku beritahu tentang suatu amalan yang apabila amalan itu kalian kerjakan, maka kalian akan bisa menyamai mereka. Dan tidak ada seorangpun yang akan menyamai kalian setelah itu kecuali jika orang itu mengerjakan juga?! Amalan itu adalah bertasbih (membaca SUBHANALLAH), bertahmid (membaca ALHAMDULILLAH) dan bertakbir (membaca ALLAHU AKBAR) setiap selesai shalat, masing-masing sebanyak tigapuluh tiga kali.”

(HR Abu Shalih dari Abu Hurayrah, dalam buku AMALAN SEUMUR HIDUP berdasarkan pola hidup dan ibadah Nabi SAW terjemahan dari kitab ‘AMAL al-YAUM wa al-LAILAH, IMAM NASA’I [215-303 H])

Riwayat lain mengisahkan, bahwa suatu hari Abu ad-Darda’ kedatangan seorang tamu, lalu ia berkata kepada tamu itu, “Sungguh tidak ada oleh-oleh yang lebih baik dariku untuk engkau selaku tamuku melainkan sebuah hadits Rasulullah saw yang diucapkannya ketika aku berkata kepadanya:

Sungguh orang-orang kaya telah mampu mendapatkan dunia dan akhirat berkat harta yang mereka miliki. Mereka juga shalat, berdzikir dan berjihad seperti kami, namun mereka bersedekah sedangkan kami tidak. Ketika itu beliau saw berkata:

"Maukah engkau kutunjukkan tentang suatu amalan yang apabila amalan itu engkau kerjakan maka engkau akan bisa menyamai mereka dan tidak seorangpun yang menyamai engkau setelah itu kecuali jika orang itu mengerjakan juga. Amalan itu adalah bertasbih (membaca SUBHANALLAH) sebanyak tigapuluh tiga kali, bertahmid (membaca ALHAMDULILLAH) sebanyak tigapuluh tiga kali dan bertakbir (membaca ALLAHUAKBAR) sebanyak tigapuluh empat kali setiap selesai shalat.”

(HR. UMMU DARDA’) dalam buku AMALAN SEUMUR HIDUP berdasarkan pola hidup dan ibadah Nabi SAW terjemahan dari kitab ‘AMAL al-YAUM wa al-LAILAH, IMAM NASA’I [215-303 H])

Beberapa nash di atas menjadi acuan bahwa dzikir yang selama ini dilakukan di kalangan umat muslim benar-benar sangat berdasar dan jelas sekali ada contohnya di masa hidup Rasulullah saw. Lalu mengapa jamaah tarekat ketika sesudah shalat mereka langsung berdzikir tahlil dan dengan suara yang sangat keras?

sumber = www.qalbu.net

----------------------------------------------------------------
Untuk melihat artikel-artikel dzikir lainnya bisa dilihat pada
link di bawah ini :

http://hudaya-organization.blogspot.com/2009/05/
index-artikel-artikel-tentang-dzikir.html


1 comment:

  1. apakah ada hadist yang melarang dzikir dengan suara keras "HATIKU SANGATLAH KERAS..KERASS.KERASSS DENGAN APA AKU MELUNAKKAN HAIKU YG KERAS INI" setahu saya yg terganggu oleh dzikir hanyalah setan...janganlah merasa pandai tapi pandai pandailah merasa,,memang baik jadi orang penting tapi lebih penting jadi orang baik...hati yg berbicara bukan pikiran yg selalu mencari pembenaran...ilahii anta maksudi waridho kamatlubi a'tinii mahabbataka wa ma'rifataka...

    ReplyDelete