Suryalaya Search

Saturday, May 9, 2009

Dzikir dan taqwa

DZIKIR DAN TAQWA
KH. ZEIN ZA. BAZUL ASYHAB
(Khidmat Manaqib Suryalaya November 2004)

eorang Guru Mursyid adalah sebagai penyalur rahmat Allah, inayah Allah, maghfiroh Allah, Cahaya Allah bagi siapa saja yang menginginkan. Oleh karena itu kita datang ke tempat ini untuk menerima limpahan tersebut. Siapkanlah diri kita. Jika diibaratkan sebagai sebuah ember jadilah ember yang tidak bocor, terbuka siap menerima limpahan meskipun ember jelek. Jangan jadi ember yang terbalik. Limpahan tersebut salah satunya adalah pengampunan dari Allah Swt. Siapa orangnya yang tidak mempunyai dosa. Mudah-mudahan dengan barokah dan karomah guru Mursyid dosa-dosa kita diampuni oleh Allah Swt. inilah tujuan pertama datangnya kita ke tempat Manaqiban di Suryalaya ini. Karena seseorang yang penuh dengan dosa tidak akan berkah hidupnya, tidak akan bahagia. Jika dia seorang yang kaya tetapi merasa cape, jika dia seorang yang pintar tetapi selalu merasa pusing denga ilmunya. Dosa mata, telinga, lisan, tangan, kaki, dosa lahir, dosa bathin dan sebagainya. Oleh karena itu kita memerlukan hidayah atau petunjuk dan ini sangat sulit sekali. Hal ini bisa dibuktikan. saat ini ceramah-ceramah keagamaan, ulama, pesantren atau perguruan tinggi bisa kita temukan dimana-mana tapi keadaan ummat masih seperti ini saja. Hidayah hanya akan turun setelah mujahadah. Oleh karena itu jika kita tidak bisa bermujahadah maka dekatilah orang yang ahli mujahadah.

Kita baru saja menyelesaikan puasa kita. Tidak lain tujuannya adalah untuk menjadikan kita sebagai orang yang bertaqwa. Jika ummat ini belum bertaqwa setelah melaksanakan puasa bukan berarti gagal tetapi belum berhasil. Sebagai contoh, mesjid kita saat ini masih belum penuh dengan jamaah apalagi shalat Subuh, shalat Tahajud pun demikian. Hanya pada saat bulan ramadhan saja mesjid penuh, shalat tahajud sering dikerjakan tetapi lewat Ramadhan semua itu tidak lagi dijalankan. Taqwa yang kita miliki adalah taqwa yang sebenar-benarnya yang akan dibawa sampai mati. Karena taqwa adalah sebaik-baiknya bekal kita untuk di akhirat nanti. Kehidupan di dunia ini hanyalah sementara. Jasad kita paling lama berumur ratusan tahun tapi ruh kita umurnya sudah jutaan tahun dan tidak akan pernah mati. Bagi orang yang bertaqwa Allah menyiapkan al-Furqan yaitu kemampuan untuk membedakan mana yang baik dan buruk yang salah dan yang benar. Yang kedua Allah menyiapkan penghancuran dosa. Yang ketiga Allah akan menganugerahkan kecerdasan sebagai tambahan ilmu yang didapatkannya baik di pesantren ataupun tempat-tempat lainnya (wa aatainahum min ladunna 'ilma). Selanjutnya orang yang bertaqwa diberikan jalan keluar dari setiap kesulitan yang dihadapi.

Untuk meningkatkan ketaqwaan kita tidak lain jalannya adalah dengan memperbanyak dzikir. Dengan dzikir syetan akan bisa dilumpuhkan, nafsu bisa dikendalikan sehingga taqwa bisa meningkat. Jika sudah bertaqwa maka barokah akan turun. Syahadat yang merupakan rukun Islam yang pertama merupakan ibadah yang harus dilaksanakan setiap saat. Bukan berarti harus dibaca. Tetapi menyaksikan tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad Utusan Allah. Itulah Dzikir, senantiasa ingat selalu Allah. Syahadat menghasilkan musyahadah, thoharotul Qolbi, semangat, khusyu, dan ikhlas. Makanya syahadat ini ditempatkan di nomor satu. Shalat wajibnya hanya 5 kali dalam sehari. Puasa setahun sekali. Zakat jika sudah mencapai haul (kadar tertentu). Pergi haji seumur hidup sekali. Tetapi syahadat dalam arti meyaksikan Allah dilakukan setiap saat dan itulah dzikir kepada Allah Swt. Dzikir Jahar dan dzikir Khofi yang telah diberikan oleh guru Mursyid kita.


Sumber = www.suryalaya.org

----------------------------------------------------------------
Untuk melihat artikel-artikel dzikir lainnya bisa dilihat pada
link di bawah ini :

http://hudaya-organization.blogspot.com/2009/05/
index-artikel-artikel-tentang-dzikir.html


No comments:

Post a Comment